Home Nasional Ratusan Santri Gelar Sholat Hajat dan Istigosah Doakan KPK Terus ‘Hidup’

Ratusan Santri Gelar Sholat Hajat dan Istigosah Doakan KPK Terus ‘Hidup’

500

Santri
Sukoharjo, 10/10 (BeritaJateng.net) – Prihatin dengan adanya usaha untuk ‘mematikan’ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak aksi  masyarakat untuk medukung KPK agar tetap eksis menjadi lembaga pemberantasan korupsi di tanah air. 

Salah satunya adalah dukungan dari santri Ponpes Singo Ludiro Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah berjumlah hampir 200 santri baik pria dan wanita yang menggelar shalat hajat serta istiqosah untuk  mendoakan wakil rakyat di DPR-RI agar menolak revisi UU KPK yang saat ini dalam pembahasan di DPR.  

Uztad Agung Suhada, pengasuh Ponpes Singo Ludiro mengaku tujuan di gelarnya sholat hajat dan istighosah ini untuk mendoakan agar angota DPR yang saat ini sedang dalam pembahasan revisi UU KPK yang rencananya akan di hapuskan agar oleah Allah SWT dibukakan matanya, tidak ditulikan telinganya untuk menolak revisi UU yang diajukan.  

“Sudah terlihat hasilnya (kinerja KPK), banyak pejabat dan petinggi negara juga parpol termasuk anggota dewan yang di kecrek (diborgol) alias di tahan karena kasus korupsi,” jelasnya kepadaberitajateng.net di Ponpes Singo Ludiro Mojolaban, Jumat (9/10) malam. 

Uztad Agung juga menyatakan dukungan melalui doa bersama agar nantinya semua pihak untuk bersatu mendoakan para wakil rakyat yang duduk di kursi DPR-RI agar menolak revisi UU KPK yang diajukan ke Baleg DPR untuk disahkan. Doanya adalah  anggota DPR-RI  tidak salah dalam mengambil keputusannya yang nantinya bisa berimbas pada rakyat kedepannya. 

Uztad Agung juga menegaskan jika mereka (DPR) tetap bersikukuh untuk ‘mengegolkan’ RUU tersebut maka  Ponpespun akan  mengeluarkan fatwa untuk tidak memilih kembali anggota DPR yang sedang menjabat ini saat pemilu mendatang.

“Kita haramkan untuk memilih individunya. Proses pemilunya tidak haram, hanya personalnya saja. Ada apa ini dengan mereka, kok  memberi batas waktu waktu 12 tahun saja yang merupakan merupakan masa transisi sebelum pembubaran KPK,” ucapnya heran.

Seharusnya lanjut Ustadz Agung, DPR ikut mendukung KPK menuntaskan kasus korupsi, jangan malah melakukan tindakan’mengebiri’ KPK jika berkomitmen  memberantas korupsi yang juga sejalan dengan program Presiden Jokowi. 

Jika nanti RUU untuk ‘memandulkan’ KPK tetap di lakukaan, Uztad Agung menegaskan pihaknya akan rutin melakukan sholat hajat serta istiqosah agar mereka mendapat azab dari Allah karena mereka ikut serta, membiarkan dan bahkan mendukung kejahatan (korupsi) di negara Indonesia. (BJ24)