Home Ekbis Ratusan Penumpang Kapal Lakukan Arus Balik ke Kumai

Ratusan Penumpang Kapal Lakukan Arus Balik ke Kumai

500
Ratusan penumpang melakukan arus balik dari Kendal-Kumai menggunakan Kapal KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal. 
            KENDAL, 4/7 (BeritaJateng.net) – Ratusan penumpang memadati Pelabuhan Kendal. Sedikitnya ada 390 penumpang melakukan arus balik setelah mudik lebaran Idul Fitri. Mereka hendak ke Kumai, Kalimantan Tengah menggunakan KMP Kalibodri dari Pelabuhan Kendal.
             Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat, mengatakan, pada arus balik H+9 terjadi lonjakan penumpang menuju Pelabuhan Kumai. Selain membawa 390 penumpang, KMP Kalibodri juga mengangkut enam mobil, tujuh sepeda motor, empat truk sedang, dan empat truk besar.
             “Ini adalah pelayaran ke dua di bulan Juli pertama di bulan Juli ini. Kami perkirakan pada pelayaran kedua pada Sabtu 8 Juli 2017 penumpang masih akan membludak seperti ini,” katanya.
              Dikatakannya, jika Selama Juli ini KMP Kalibodri sebanyak delapan kali akan melakukan melakukan perjalanan ke Kumai. Empat kali dari Kendal dan empat kali dari Kumai. “Perjalan Kendal-Kumai memakan waktu 24 Jam. Tapi karena kapal ke Kumai cuma satu, jadi jadwalnya juga tidak setiap hari ada,” tambahnya.
             Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Jepara Perwakilan Kendal, Ismit Abdul Manan, mengatakan, penumpang rata-rata dari berbagai kota di Pulau Jawa. Penumpang ada yang berasal dari Wonosobo, Banjarnegara, Cilacap, Tasikmalaya dan sekitarnya.
“Penumpang mulai tiba di Pelabuhan Tanjung Kendal dari daerah masing-masing sekitar pukul 5.00. Mereka membawa berbagai macam barang bawaan. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan mereka,” kata dia.
               Salah satu penumpang, Azis (25) warga Tasikmalaya mengaku sudah dua tahun terakhir menggunakan jasa KMP Kalibodri. Dirinya hendak kembali ke tempatnya bekerja di Kabupaten Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dirinya tidak sendirian, tetapi bersama 19 orang lain sesama pekerja di Kumai.
               “Saya bekerja di perkebunan kelapa sawit di Pangkalanbun Kalimantan Tengah sudah dua tahun terakhir. Pelayanan pelabuhan Kendal maupun Kapal cukup memuaskan,” katanya. (sty/el)