Home Lintas Jateng Ratusan Pengemudi Angkutan Konvensional Demo Tuntut Transportasi Online Dihentikan

Ratusan Pengemudi Angkutan Konvensional Demo Tuntut Transportasi Online Dihentikan

237
0
Ratusan Pengemudi Angkutan Konvensional Demo Tuntut Transportasi Online Dihentikan
          Semarang, 5/12 (BeritaJateng.net) – Ratusan pengemudi angkutan umum dari berbagai daerah di Jateng menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Jateng. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Angkutan Umum Jateng menuntut agar angkutan berbasis online untuk segera di tertibkan, karena diangap tidak memiliki izin operasional.
           Dengan membawa berbagai spanduk penolakan, mereka memadati Jalan Pahlawan dan menutup separuh jalan untuk melakukan orasi, Senin (4/12).
          Ketua Forum Angkutan Umum Jawa Tengah, Sumitro menilai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, sangat merugikan angkutan umum lainnya.
           Dalam Peraturan Menteri itu lanjutnya, ada perbedaan pendapat dan keinginan antara taksi reguler dan angkutan sewa khusus (taksi online), sehingga jika ada angkutan taxi khusus juda harus ada angkutan kota khusus dan AKDP khusus agar tidak menjadi kecemburuan sosial.
Ratusan Pengemudi Angkutan Konvensional Demo Tuntut Transportasi Online Dihentikan

“Angkutan berbasis online tidak ada izin untuk operasinya dan menurut undang-undang kendaraan plat hitam bukan kendaraan umum harus memakai plat kuning. Ini yang saya tuntut aturannya agar dihentikan,” ujarnya.

          Sejak beroperasionya angkutan berbasis online denan jumlah yang terus bertambah kini telah menggerus pendapatan mereka yang biasanya mencapai 90% menjadi merosot dratis  hanya 40%. Mereka juga kesulitan memenuhi target setoran.
         Efek terburuk lainnya membuat banyak pengusaha angkot yang gagal melakukan peremajaan, akibat pendapatan mereka terus –menerus merosot hingga tidak ada perolehan yang dapat disisihkan.
          “Penurunan pendapatan lebih dari 50% membuat para pengembudi taksi reguler dan angkutan umum reguler sangat dirugikan dan mereka kesulitan untuk mendapatkan setoran,” tuturnya.
           Menurutnya, ada beberapa Pemerintah Daerah sudah menerbitkan imbauan untuk penghentian operasional angkutan berbasis online,  seperti di Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Banyumas, namun wewenang Gubernur Jateng hanya memberikan janji-janji akan ikut menertibkan.
Ratusan Pengemudi Angkutan Konvensional Demo Tuntut Transportasi Online Dihentikan

“Janji-janji dari Pak Gubernur untuk membersihkan angkutan online ternyata bohong. Nyatanya tidak ada tindakan sama sekali”, ujarnya.

           Sementara para pengemudi Gojek yang melintas di Jalan Menteri Supeno diminta Petugas Kepolisian untuk melepas atribut hijaunya, agar tidak terjadi gesekan.(nh/el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here