Home Kesehatan Ratusan Balita Kendal Diberi Vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT)

Ratusan Balita Kendal Diberi Vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT)

234
0
Ratusan anak di Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri diberikan imunisasi DPT di Balaidesa setempat.
           KENDAL, 15/12 (BeritaJateng.net) — Ratusan anak di Desa Sambongsari diberikan vaksin atau imunisasi DPT oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal . Hal itu menyusul adanya temuan warga yang meninggal akibat terjangkiti bakteri difteri.
           Selain itu, vaksin dilakukan paska Kementrian menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB)terhadap 95 kabupaten kota akan penyebaran bakteri Difteri. Kendal adalah salah satu daerah penyebaran bakteri difteri.
           Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Sri Mulyani mengaku telah menerima laporan ada warga yang meninggal akibat difteri. Yakni atas nama Muhammad Rindata Adi Nugraha, umur empat tahun.  Putra dari pasangan Kusrini dan Darmaji, warga Dusun Sambongan Lor, Desa Sambongsari.
         “Setelah mendengar ada korban difteri kami langsung membentuk tim dan melakukan investigasi serta imunisasi DPT pada balita di sekitar  rumah  duka pasien  difteri. Kami juga sudah melaporkan ke dinkes pusat” kata  Sri Mulyani, Kamis (14/12/2017).
Ratusan anak di Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri diberikan imunisasi DPT di Balaidesa setempat.

Dinas kesehatan sendiri akan mempersiapkan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit dan puskesmas untuk mengantisipasi masuknya pasien penderita difteri ini. Langkah ini dilakukan karena penyebaran bakteri difteri sangat cepat. “Bakteri bisa menyebar melalui udara atau nafas dan batuk penderita,” tandasnya.

          Pemberian imunisasi DPT menurut Sri Mulyani, saat ini menjadi satu-satunya cara untuk  terhindar dan aman dari bakteri DPT. Ia juga meminta kepada semua warga untuk melapor atau segera memeriksakan putranya jika mendapati anak dengan gejala difteri.
           Diantara gejalanya, yakni demam ringan sekitar 38 derajat selsius, munculnya warna putih atau abu-abu pada tenggorokan, sakit saat menelan, suara serak-serak. Selain ciri tersebut biasanya diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. “Anak biasanya mengalami sesak atau kesulitan bernafas dengan normal,” tuturnya.
          Devita salah satu orangtua balita mengatakan, anaknya sudah mendapatkan imunisasi lengkap. “Ya tadi sudah divaksin dan diberikan penjelasan. Tapi harus mengantri  berjam-jam karena banyak,” tandasnya. (bud/El)