Home Headline Rangkey : Kasus Pemukulan Joko Santoso Jalan Terus

Rangkey : Kasus Pemukulan Joko Santoso Jalan Terus

Aksi Ketua Timses SiBagus, Joko Santoso yang berbuntut hukum.
Aksi Ketua Timses SiBagus, Joko Santoso yang berbuntut hukum.
Aksi Ketua Timses SiBagus, Joko Santoso yang berbuntut hukum.

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso terhadap Anggoro, dan dua rekan lainnya Rubaidi serta Didik Prasetyo yang masing-masing merupakan anggota Pemuda Pancasila (PP), hingga saat ini belum menemukan kata islah.

Pernyataan Wakil Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly yang meminta pelapor Anggoro dan dua rekannya Rubaidi serta Didik Prasetyo untuk segera mencabut laporannya ke Polrestabes Semarang, dibantah kuasa hukum pelapor, HM Rangkey Margana, SH, MH, CLA.

Ketika dihubungi BeritaJateng.net, Kamis (27/8), Rangkey menjelaskan sangkaan tindak pidana yang dilaporkan oleh pihaknya merupakan jenis tindak pidana murni, dan bukan sebuah delik aduan.

“Sangkaan tindak pidana yang dilaporkan adalah jenis tindak pidana murni dan bukannya delik aduan, jadi yang punya kepentingan dalam penegakan hukum adalah negara dan bukannya para korban,” terangnya.

Rangkey menambahkan, dalam kasus tersebut meskipun kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, perkara tetaplah masih berjalan.

“Walaupun para korban sudah berdamai perkara tetap jalan, dalam pelaporan juga tidak pernah mempermasalahkan tentang eksistensi Ormas tertentu,” tambahnya.

Lebih lanjut Rangkey mengatakan apabila ada upaya pencabutan justru akan mengundang tanda tanya besar.

“Kalau dicabut, malah justru akan menimbulkan tanda tanya besar, kenapa hal tersebut bisa terjadi. Kami yakin tentang eksistensi atau tujuan dari suatu Ormas bukanlah untuk melakukan intimidasi maupun mengabaikan hukum yang berlaku, dan kami yakin semua pihak terkait paham mengenai itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Wahyudin Noor Aly mengatakan akan menyelesaikan secara internal terkait kasus yang melibatkan sesama anggota Ormas tersebut.

Diketahui, insiden tersebut terjadi usai penetapan ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang di Balaikota Semarang beberapa waktu lalu.

Diduga ketegangan dipicu karena kedua pihak berseberangan dalam hal dukungan terhadap Calon Walikota dan Wakil Walikota, meskipun masing-masing dari Ormas yang sama.

Joko Santoso sendiri merupakan Ketua Tim Pemenangan SibAgus (Sigit Ibnugroho bersama Agus Sutyoso), sedangkan Anggoro dan dua rekannya diketahui sebagai pendukung Soemarmo HS-Zuber Safawi (MaZu). (BJT02)