Home Hiburan Ramaikan Wisata Heritage, Bakal Ada Event Mingguan Di Kota Lama

Ramaikan Wisata Heritage, Bakal Ada Event Mingguan Di Kota Lama

30
0
Wakil walikota Semarang meninjau kawasan kota lama Semarang.
     Semarang, 27/7 (BeritaJateng.net) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menyebutkan kawasan tersebut bakal diramaikan dengan festival yang diselenggarakan secara rutin setiap minggunya.
     “Untuk festival itu, Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Kamis.
     Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang menjelaskan festival itu akan dirancang dengan tema-tema yang berbeda, seperti pameran automotif, musik, dan sebagainya.
     Rencananya, kata dia, penyelenggaraan festival itu berlangsung rutin mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu dalam setiap minggunya agar perekonomian di kawasan Kota Lama semakin bergeliat.
     “Ya, semacam festival Kota Lama. Nanti, (festival, red.) di sepanjang Jalan Kepodang, Jalan Sendowo, dan Jalan Mpu Tantular. Targetnya, Oktober 2017 sudah bisa dimulai,” katanya.
     Namun, ia mengingatkan penyelenggaraan festival tersebut hanya berlangsung pada malam hari, sebagaimana Wisata Kuliner Semawis yang berlangsung setiap akhir pekan di kawasan Pecinan, Semarang.
     “Festivalnya hanya berlangsung pada malam hari saja. Berarti, Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu malam. Jadi, pagi harinya kami ingin kawasan itu sudah bersih lagi,” katanya.
     Berkaitan dengan rencana penyelenggaraan festival rutin itu, kata dia, penataan di kawasan Kota Lama, terutama jalur-jalur pedestrian juga terus dilakukan agar wisatawan semakin nyaman.
     “Kabel-kabel yang melintang di jalan sedang kami pikirkan solusinya. Apa bisa ditanam atau bagaimana. Sebab, nanti kan juga ada bus wisata yang berkeliling kawasan ini,” katanya.
     Ia mengakui keberadaan kabel-kabel yang melintang di atas jalan, baik kabel listrik, telepon, maupun sambungan internet membuat kesan semrawut dan kumuh yang mengganggu estetika.
     “Sekarang, bangunan-bangunannya sudah dibuat bagus, jalannya juga sudah bagus, tetapi kabelnya masih semrawut. Kalau kabel-kabel itu sudah hilang, pasti lebih cantik lagi,” pungkas Ita. (El)