Home Headline Rakyat Kudus Tolak Kenaikan Harga BBM

Rakyat Kudus Tolak Kenaikan Harga BBM

Ilustrasi

Ilustrasi
Ilustrasi
Kudus, 21/11 (Beritajateng.net) – Gerakan rakyat dan mahasiswa (Geram) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aksi unjuk rasa tersebut, diawali dengan orasi di Alun-alun Kudus sambil menyebarkan selebaran yang berisi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp8.500/liter dari Rp6.500/liter dan solar naik menjadi Rp7.500/liter dari Rp5.500/liter.

Selain itu, para pengunjuk rasa yang merupakan gabungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), BEM Psikologi Universitas Muria Kudus, BEM FKIP UMK, BEM FE UMK, Mahasiswa Hukum Pecinta Alam dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) juga mengusung bendera organisasi serta poster bertuliskan “turunkan harga BBM, berantas mafia migas dan harga BBM naik harga bahan pokok juga naik”.

Usai berorasi selama 15 menit, selanjutnya pengunjuk rasa melakukan aksi jalan kaki menuju SPBU yang ada di Jalan A. Yani Kudus yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Pengunjuk rasa hanya bisa berorasi di tepi jalan karena pintu masuk ke SPBU dijaga aparat kepolisian untuk mengantisipasi kemungkinan pengunjuk rasa memasuki areal SPBU.

Aparat kepolisian setempat juga menyiapkan mobil “water canon” guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hingga kini pemerintahan yang baru belum memberikan penjelasan secara rinci soal pemanfaatan dana subsidi untuk pembangunan infrastruktur,” kata salah satu orator aksi, Malik Koirul Anam yang juga Ketua Umum Cabang PMII Kudus, Jumat.

Bahkan, lanjut dia, alasan dan solusi dalam menaikkan harga BBM tidak ada perbedaan dengan era kepemimpinan sebelumnya.

Ia menuntut janji pemerintahan yang baru yang akan melaksanakan Trisakti.

“Jika cara kepemimpinan pemerintahan sekarang masih sama dan tunduk pada pasar atau neoliberalisme, maka slogan Trisakti yang digembar-gemborkan selama kampanye hanya kebohongan belaka,” ujarnya.

Ia mengingatkan, bahwa terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden RI tak lepas dari dukungan rakyat kecil.

Dengan aksinya ini, kata dia, mahasiswa bersama elemen masyarakat juga mencoba mengingatkan dan mengawal pemerintahan ini agar bisa berpihak kembali terhadap rakyat kecil.

“Mari kita selamatkan Jokowi agar tidak terlena dna tunduk kepada para pemodal asing serta neoliberalisme,” ujarnya.

Ia menganggap, hal itu merupakan tugas bersama menyelamatkan pemerintahan baru dari juang kebohongan dengan mendorongnya agar tetap konsisten melaksanakan Trisakti dengan cara melaksanakan pasar 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Aksi unjuk rasa penolakan terhadap kenaikan harga BBM di Kabupaten Kudus merupakan yang kedua, setelah sebelumnya juga digelar aksi serupa oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Hanya saja, aksi kedua ini diikuti peserta aksi yang lebih banyak dengan jumlah mencapai 100-an orang lebih serta diwarnai dengan aksi teatrikal sebagai bentuk kekecewaan rakyat kecil terhadap pemimpinnya menyusul dinaikkannya harga BBM.

Usai berorasi di depan SPBU, pengunjuk rasa melanjutkan aksinya di depan gedung DPRD Kudus dengan harapan mendapat dukungan para politisi di daerah. (ant/BJ)

Advertisements