Home Lintas Jateng Raih Rekor Leprid, GP Anshor Prakarsai Kampanye Merajut Persaudaraan

Raih Rekor Leprid, GP Anshor Prakarsai Kampanye Merajut Persaudaraan

1353
0
Direktur dan Pendiri LEPRID Paulus Pangka menyerahkan penghargaan pada Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H SHolahudin Aly, untuk rekor sebagai Pemrakarsa Rekor Kampanye 4 Pilar Kebangsaan dalam Merajut Persaudaraan dengan Peserta Terbanyak, sejumlah 1.066 peserta, bersama Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI), di Halaman Balaikota Semarang

SEMARANG, 15/10 (BeritaJateng.net) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID) atas prestasi Pemrakarsa Rekor Kampanye 4 Pilar Kebangsaan dalam Merajut Persaudaraan dengan Peserta Terbanyak, sejumlah 1.066 peserta.

Penghargaan tersebut diraih melalui kegiatan L4RI.RUN 10K dan 3K bertajuk Merajut Persaudaraan yang digelar PW GP Ansor Jawa Tengah bersama Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI), di Halaman Balaikota Semarang, Minggu (14/10/2018).

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur dan Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID) Paulus Pangka pada Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H Sholahudin Aly.

Pada wartawan yang hadir di acara tersebut, Paulus Pangka mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi GP Ansor dalam memrakarsai agenda ini. Kesan kami, ada gerakan persaudaraan melalui 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD1945. Ini harus terus dijaga baik-baik untuk Indonesia salah satunya melalui olahraga,” ungkap Paulus.

Selain rekor yang diciptakan oleh PW GP Ansor Jateng, penghargaan serupa juga diberikan pada AAJI, juga terdapat rekor lain yakni lomba lari dengan peserta terbanyak sejumlah 42 angkatan dari SMA Kolese Loyola.

Kemudian juga ada penghargaan rekor lain diberikan pada SMK PIKA Semarang, dan SMA Kolese Loyola.

Adapun, pada lomba L4RI.RUN 10K dan 3K, dibuka oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Panitia Hendy Hermawan, serta dihadiri sejumlah tokoh lintas agama.

Selain pengangkatan bendera start, juga dilakukan pelepasan sejumlah burung merpati sebagai simbol kebersamaan yang akan terus berkembang dan terjaga hingga akhir masa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahudin Aly, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, setidaknya menjadi pendingin di tengah hiruk pikuk politik tanah air yang sedang panas.

“Kita ingin terus membangun kebersamaan untuk NKRI ini. Ketika di luar ada hiruk pikuk politik yang mengancam keterbelahan antaranak bangsa, even ini menjadi penyeimbang. Dengan olahraga semua orang bisa kumpul bareng dari berbagai kelompok masyarakat,” ungkapnya.

Gus Sholah, panggilan akrabnya, juga berharap kedepan pertemuan antarlintas agama, antaranak bangsa dapat terus dijaga sehingga NKRI tetap jaya dan kokoh.

Ketua AAJI, Haji Datuk Swedia Z, yang hadir pada acara tersebut mengaku kaget dan tak menyangka kegiatan ini akan sukses, dan sangat meriah.

Ia mengatakan, awalnya kegiatan ini akan digelar secara sederhana ternyata realisasinya di luar dugaan,  GP Ansor sangat aktif.

“Kami ingin pererat persaudaraan, ingin merangkul, ingin kerjasama dengan muslim dan lainnya.  Kegiatan ini sangat rapi dan luar biasa. Ini lonjakan yang di luar dugaan, Ansor all out bergabung dengan kita, ini penghormatan yang sangat besar pada kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Haji Datuk, adanya kegiatan ini juga memperkenalkan GP Ansor pada keluarga besar SMA Loyola. Sebab sebelumnya belum mengetahui apa itu GP Ansor, namun kini dpat bekerjasama dan sudah tidak ada saling kecurigaan.

“Penting sekali dari pihak kami bisa disambut dengan baik oleh Ansor, ini penghormatan pada saya dan keluarga besar AAJI. Selama 6 bulan ini kita bekerjasama menyiapkan berbagai hal, sangat lancar, sangat rapi, dan sangat baik,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi ‘bara api’ untuk rekan-rekan di Jesuit bahwa semuanya bisa bersatu demi NKRI. Ia yakin ke depan persahabatan ini akan menjadi kelanjutan yang baik dan erat.

“Insya Allah sesuai dengan perintah Romo Provinsial Jesuit Indonesia, ke depan akan terus dilanjutkan kegiatannya. Sebelumnya di Jakarta, kini di Jateng dan tahun depan perkiraannya di Solo,” tuturnya.

Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto mengungkapkan, adanya kegiatan kebersamaan melalui olahraga ini semuanya dapat memberi kontribusi yang baik pada masyarakat. “Olahraga sangat penting, kita ingin semua masyarakat Jateng sehat, bahagia, gembira, dan rukun,” tandasnya.(El)