Home Nasional PWI : Pers dan Kejaksaan Duet atau Duel ?

PWI : Pers dan Kejaksaan Duet atau Duel ?

Media Gathering

Semarang, 28/7 (BeritaJateng.net) – Kerja sama antara pers dengan penegak hukum khususnya Kejaksaan diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang saling membutuhkan (simbiosis mutualisme). Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan sebuah pemahaman dari kedua instansi.

Hal tersebut disampaikan Wina Armada Sukardi, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat dalam Media Gathering dan Workshop Nasional yang diselenggarakan Kejaksaan Tinggi Jateng dan Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi (Forwakat), Selasa (28/7).

“Jika antara pers dan kejaksaan melakukan fungsi masing-masing maka akan mampu menciptakan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan kedua belah pihak yang berujung pada kemanfaatan untuk masyarakat dalam bidang hukum,” terangnya.

Lebih lanjut Wina mengatakan, pers juga dapat banyak membantu tuhas-tugas kejaksaan terutama dalam mengungkap fenomena sebuah atau jaringan kasus serta perkembangannya.

“Pemanfaatan pers oleh kejaksaan selain efektif juga menjadi lebih murah, pers juga dapat mengungkap kendala penegakkan hukum karena kendala internal kejaksaan,” tambahnya.

Yang lebih penting lanjut Wina adalah kejaksaan harus memahami bukan saja peranan fungsi pers tetapi bagaimana mekanisme kerja pers. Sebaliknya, pers selain harus memahami peran dan fungsi kejaksaan, tapi juga harus memiliki kompetensi dalam kewartawanan.

“Sehingga kalau kedua lembaga itu terjadi konflik maka akan merugikan kedua bela pihak dan yang paling rugi adalah masyarakat,” tegasnya.

Untuk menciptakan hubungan yang baik antara keduanya, peran humas kejaksaan sangat dibutuhkan. Humas bukan lagi cuma sebagai “pemadam kebakaran” tapi humas harus memiliki akses yang sangat luas di semua lini kejaksaan termasuk pada pimpinan.

“Humas harus menjadi public relation yang aktif dan harus menjadi ‘pelayan’ pers sekaligus pengguna peranan pers untuk kepentingan kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris PWI Jawa Tengah, H. Isdiyanto, SIP menyambut baik kegiatan tersebut karena kegiatan itu merupakan bentuk kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik.

“Mudah-mudahan kegiatan serupa bisa rutin diselenggarakan sehingga antara pers dan kejaksaan bisa saling memahami peran masing-masing,” ujar Isdiyanto dalam sambutannya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Hartadi, SH, MH mengatakan, bahwa dalam kegiatan kejaksaan tidak bisa lepas dari peran media. Untuk itu harus saling membahu.

“Untuk itu pers harus menyampaikan berita yang apa adanya dan tidak memprovokasi sehingga kondusifitas Jawa Tengah akan terus terwujud,” ujar Hartadi dalam sambutannya.

Antara kejaksaan dan pers memiliki peran masing-masing, dan kedua lembaga itu harus memahami peran dan fungsi masing-masing.

“Pers memiliki peran yang strategis dalam pengawasan sehingga pers harus mengedepankan berita-berita yang membangun dan berita yang apa adanya, tidak memprovokasi sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” pesan Hartadi. (BJ)