Home Headline Putri: Pak Jokowi Saya Sudah Bosan Hidup Dengan ROB

Putri: Pak Jokowi Saya Sudah Bosan Hidup Dengan ROB

1589
0
Setiap hari siswa siswi di Desa Sriwulan harus beraktifitas ditengah kepungan banjir.
“Tolong saya pak Presiden, sudah lama kampung saya terkena air ROB dan setiap hari kalau berangkat ke Sekolah seragam selalu basah, saya sudah bosan pak Presiden”
       Demak, 29/7 (BeritaJateng.net) – Itulah ungkapan perasaan bosan dan jenuh seorang anak kecil yang masih duduk di bangku Kelas III Sekolah Dasar di Desa Sriwulan, kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, dimana hampir setiap hari harus bergelut dengan genangan air pasang laut yang menimpa daerah tempat tinggalnya.
       Rob setinggi 50 Cm hampir setiap hari terjadi di Desa Sriwulan yang lokasinya berada paling ujung yang berbatasan langsung dengan pesisir laut Jawa, tidak hanya bergelut dengan tingginya air pasang, dirinya juga harus memilih jalan yang tidak bergelombang agar seragam sekolah tidak basah lantaran air rob tersebut berwarna cokelat mengakibatkan permukaan jalan tidak terlihat.
       “Setiap hari selalu melewati jalan ini, kalau tidak hati-hati seragam sekolah basah karena jalannya tidak rata,” ucap Putri Ayu, Siswi kelas lll SD di Desa Sriwulan.
        Saat ditemui Beritajateng.net, dirinya mengaku sudah bosan dengan rob yang setiap hari melanda daerah tempat tinggalnya, jangankan untuk berangkat dan pulang sekolah, lokasi bermain di tempat tinggalnya tidak ada lantaran sudah rata dengan air laut.
        Sementara itu menurut Kepala Desa Sriwulan, Sayung kabupaten Demak, Zamroni, mengaku hingga saat ini ada 300 KK yang terdiri dari 700 jiwa lebih ini masih bertahan di wilayahnya yang setiap hari terendam air pasang. Seolah olah mereka sudah pasrah dengan keadaan yang menimpa dirinya.
        “Warga Sriwulan semuanya ini terdampak rob, mereka sebenarnya sudah bosan dan jenuh dengan keadaan seperti ini, bahkan yang menjadi miris lagi, tidak pernah merasakan jalan itu kering,” tegas Zamroni.
        Orang nomor Satu di Desa Sriwulan ini mengaku jika warganya yang terdampak rob mempunyai keinginan untuk pindah rumah, akan tetapi keinginan mereka sementara masih dipendam lantaran faktor keuangan yang menyebabkan mereka masih bertahan dirumah mereka sekarang ini.
        “Keinginan pindah rumah itu Passi ada, cuma sekarang ini faktor finansial yang menjadi penghambatnya, mereka memilih untuk melakukan peninggian rumah, minimal didalam rumah tidak banjir,” ucap Zamroni.
       Meski rob terus menghantui warga Sriwulan setiap harinya, perasaan senang masih terbesit dihati masyarakat, lantaran tidak jauh dari pemukiman tersebut akan dilintasi jalan tol Semarang Demak sepanjang 27 km serta sabuk pantai yang rencananya akan dimulai pengerjaannya pada bulan Agustus 2018 ini.
        “Realisasi tol yang terintegrasi dengan sabuk pantai sangat menggembirakan bagi masyarakat lantaran rob yang melanda wilayah Sriwulan akan teratasi, harapannya ya Bulan Agustus depan proyek pemerintah tersebut segera berjalan,” pungkas Zamroni. (WB/E)