Home Headline Puskesmas Blora Bentuk Tim Khusus Penanganan Jenazah

Puskesmas Blora Bentuk Tim Khusus Penanganan Jenazah

333
Petugas Puskesmas di Blora Malakukan Penanganan Jenazah

BLORA, 7/7 (BeritaJateng.net) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, melalui Puskesmas Blora Selasa (7/7), menggelar pelatihan pemulasaran jenazah Covid -19 di Kabupaten Blora.

Kegiatan ini diselenggarakan di ruang aula Puskesmas Blora, dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid -19 di Kabupaten Blora, Acara diikuti oleh Babhinsa, Babhinkamtibmas serta warga desa/Kelurahan di Kecamatan Blora.

Salah satunya adalah, Babinsa Kelurahan Kauman Pelda Sunarto, Bhabinkamtibmas Bripka Kholik, dan warga Kelurahan Kauman, yang didampingi Kepala Kelurahan (Kalur) Marthin Ukie Andhana, SE, M.Si.

Kegiatan ini di lakukan dalam rangka antisipasi adanya permasalahan terkait penanganan terhadap jenazah yang terpapar covid-19, ketika jenazah ditolak warga.

“Kegiatan ini untuk mengantisipasi, permasalahan dilapangan, terkait penanganan terhadap jenazah Covid-19, jika warga takut untuk memakamkannya,” ucap dr. Nur Betsia Berthawati Kepala Puskesmas Blora saat dihubungi media (Selasa, 7/7’2020).

Untuk itu, lanjutnya, Puskesmas membentuk tim khusus penanganan jenazah, dengan mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah covid-19.

Pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 ini, untuk melatih personil yang tergabung dalam timsus tentang tata cara mengurus jenazah pasien Covid-19.

Kegiatan simulasi dengan memperagakan berbagai tahapan mulai dari korban meninggal, hingga proses pemulasaranan jenazah.

Semua di laksanakan harus sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu sesuai protokol kesehatan penanganan jenazah covid-19.

Dengan di adakan simulasi ini, di harapkan seluruh personil utamanya yang terjun langsung di tengah masyarakat, bisa memahami proses pemulasaran jenazah Covid-19.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Dalam simulasinya narasumber Eko Hadi, S.Kep, Nes menjelaskan bahwa penanganan jenazah Covid-19, dalam proses pemulasaran harus berurutan.

“Tenaga pemulasaran harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan bertindak harus sesuai protokol kesehatan,” jelasnya sambil memperagakan tata cara penanganan jenazah covid-19.

Terpisah, Danramil 01/Blora Kapten Inf. Darmanto mengatakan, bahwa pelatihan dan simulasi ini penting di lakukan, agar bisa menjadi bekal setiap anggota dan nantinya selalu siap setiap waktu untuk bertindak sesuai protokol penanganan Covid-19,

“Ini sebagai bekal anggota kami, agar siap setiap waktu, disaat warga membutuhkan, anggota sudah siap,” ungkapnya. (Her/El)