Home Lintas Jateng Puncak Grebeg Mulud, Kraton Keluarkan Enam Gunungan

Puncak Grebeg Mulud, Kraton Keluarkan Enam Gunungan

SOLO, 24/12 (BeritaJateng.net) – Grebeg Mulud atau masyarakat menyebutnya Sekaten merupakan salah satu acara yang rutin digelar setiap tahunnya oleh Keraton Surakarta. Sekaten menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat.

Acara yang di khususkan untuk memperingati hari Maulud Nabi ini ditandai dengan keluarnya dua perangkat gamelan milik Kraton Solo yakni Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari yang kemudian diletakkan di serambi kanan dan kiri dalam kompleks Masjid Agung Surakarta. Acara tahunan tersebut menandai puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar Keraton Surakarta.

Awal sekaten ditandai dengan ditabuhnya dua gamelan pusaka tersebut usai sholat Dzuhur secara begiliran atau prosesi upacara Ungeling Gangsa yang berlangsung pada (17/12) lalu yang memainkan irama gamelan dengan Gending Rambu, dilanjutkan Gending Rangkung yang dimainkan dari Gamelan Kiai Guntur Sari.

Saat gamelan pertama kali di tabuh masyarakat meyakini saat gamelan di tabuh pertama kali maka harus mengunyah sirih yang konon dipercaya masyarakat bisa membuat awet muda.

Puncak acara Sekaten sebagai peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dengan keluarnya dua Gunungan yakni gunungan jaler (laki) dan estri (perempuan) yang dikirab dari dalam Kraton untuk kemudian di bawa ke Masjid Agung untuk didoakan sebelum akhirnya dibagikan pada masyarakat dan diharapkan menjadi berkah bagi masyarakat.

Gunungan jaler terdiri dari sayur hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, wortel, cabai, sawo dan tomat. Dan gunungan estri, terdiri dari rengginang. Yaitu nasi yang dikeringkan dan aneka masakan lauk pauk. Kedua gunungan tersebut pertanda syukur dari raja kepada rakyatnya.

Ribuan warga Solo dan sekitarnya, berebut 6 pasang gunungan Sekaten di halaman Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat, Kamis (24/12/2015).

Kerabat Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Satrio menyebutkan Kraton tahun ini membuat 3 pasang gunungan, yakni tiga gunungan jaler dan tiga gunungan estri.

“Gunungan adalah swadaya murni kerabat Kraton Solo. Karena, tahun ini tergolong spesial. Sebab, perayaan Maulid Nabi Muhammad bersamaan dengan perayaan Natal. Sehingga kerabat yang kebetulan beraga nasrani, ingin merayakan juga,” jelas Satrio di Kraton kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2015).

Usai didoakan enam gunungan tersebut ludes di serbu oleh masyarakat yang sudah sejak pagi hari menunggu di halaman masjid Agung Solo. (BJ24)