Home Headline Puluhan Tempat Karaoke Bakal Dirobohkan Paksa

Puluhan Tempat Karaoke Bakal Dirobohkan Paksa

image
Salah satu cafe karaoke

Jepara, 5/4 (beritajateng.net) – Puluhan bangunan café karaoke di kawasan Dukuh Pungkruk Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo akan dirobohkan paska. Penutupan akan dilakukan pada 10 April mendatang atau bertepatan dengan hari jadi Kota Jepara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santoso. Perobohan sekitar 50 room café karaoke itu karena menempati tanah hak milik pemerintah.

“Jadi mereka sebenarnya tidak memiliki hak guna tanah. Hanya hak guna bangunan memang milik mereka karena dibangun sendiri,” kata Trisno.

Rencana perobohan puluhan bangunan yang berdiri di atas lambiran pantai setempat itu tak lain karena perencanaan sebagai tempat wisata kuliner. Trisno menandaskan lokasi tersebut dikembalikan pada fungsi semula sebagai tempat wisata kuliner laut.

“Rencana memang akan ditata ulang. Semua bangunan menghadap ke laut, jadi pengunjung dapat menikmati kuliner makanan laut dengan menikmati suasana pantai,” katanya.

Dikonfirmasi ganti rugi perobohan, pihaknya belum mengetahui mekanisme secara jelas. Pihaknya belum memastikan perobohan akan diberikan ganti rugi ataukah tidak.

Kendati demikian pihaknya masih berkonsentrasu pada penutupan karaoke. Tepat hari jadi Jepara, pihaknya memastikan semua karaoke di seluruh Kota Ukir harus ditutup berdasarkan keputusan Bupati Jepara belum lama ini.

“Untuk memastikan penutupan kami akan melakukan operasi. Secara bertahap operasi memang diutamakan di kawasan Pungkruk, selepas itu baru lokasi-lokasi lainnya yang café karaoke yang berada di desa-desa,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemilik Café Karaoke di kawasan Pungkruk Bambang mempertanyakan masterplan atau perencanaan wisata kuliner. Pemerintah dalam hal ini belum terbuka.

Pihaknya menyampaikan mestinya masterplan disiapkan terlebih dahulu. Ditandaskan, meski telah siap pula masterplan tersebut, penataan juga tidak langsung dilakukan tahun ini juga.

“Setidaknya dari pematangan masterplan penataan kuliner, membutuhkan waktu satu atau dua tahun. setelah itu baru dimulai pembangunannya,” katanya.(bj18)