Home Lintas Jateng Puluhan Rumah di Blora Terancam Longsor

Puluhan Rumah di Blora Terancam Longsor

image

Blora, 11/5 (Beritajateng.net)-Perasaan khawatir selalu menghantui Puluhan warga Dukuh Lemahbang RT 01 RW 03 Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Sebab setiap malam dihantui rasa khawatir akan adanya tanah longsor. Pasalnya tebing longsor hingga memutuskan jalan sudah mendekati rumah warga dengan jarak dua meter saja.

“Semua warga semakin khawatir jika tidak ada perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten, sebenarnya sudah pernah dibuatkan talut dari pemerintah kabupaten, namun masih kurang kuat menahan longsoran, bahkan panjang tanah yang longsor mencapai seratus meter,” jelas Mugiyono (40), salah satu warga yang rumahnya sudah hampir terkena longsor.

Dia menambahkan, seharusnya dimusim kemarau saat ini sangat tepat untuk membuat talud yang baru. Jangan sampai menunggu tahun yang akan datang lagi, apa lagi dilokasi sering terjadi kecelakaan hingga menyebabkan ada yang meninggal dunia, karena tidak tahu medan jalan yang putus akibat longsor.

Mugiyono menjelaskan, jika disekitar lokasi juga tidak ada penerangan lampu, dari warga hanya memberi tanda dari karung goni warna putih yang ditancapkan ditengah jalan. “Kalau nasib warga yang berada dipinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi tidak diperhatikan oleh pejabat maupun pemerintah, lalu siapa  lagi yang akan memperhatikan. Dengan adanya kejadian seperti ini seharusnya menjadikan tamparan yang sangat menyakitkan hati, bukan malah enak-enak memikirkan urusan pribadi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sembongin, Muntaha, merasa bahwa ini merupakan tantangan terbesar di kepemimpinannya. Pihak desa sudah mengupayakan berbagai cara, namun belum juga mendapatkan hasil, bahkan masyarakat setempat juga sudah sering melakukan perawatan talud tetapi masih juga terjadi longsor sampai mendekati rumah warga dan putusnya akses jalan antar dukuh.

“Semoga saja di tahun ini ada perhatian dari pemerintah, sehingga warga tidak selalu khawatir jika adanya longsor susulan. Dari pihak desa juga sudah berupaya semaksimal mungkin,  sampai membuat laporan di Kecamatan,” tandasnya. (BJ31)