Home News Update Puluhan Pelajar di Blora Peringati Bulan Bahasa dengan Lomba Seni Budaya

Puluhan Pelajar di Blora Peringati Bulan Bahasa dengan Lomba Seni Budaya

92
0
Puluhan Pelajar di Blora Peringati Bulan Bahasa dengan Lomba Seni Budaya
         BLORA, 1/11 (BeritaJateng.net) – Perayaan bulan bahasa di kabupaten Blora dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan seni dan budaya oleh puluhan pelajar (1/11/2017). Perayaan yang digelar di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP N ) 2 Blora ini diikuti hampir seluruh pelajar di kabupaten Blora.
         Setidaknya ada enam perlombaan yang dilombakan pada perayaan bulan bahasa tahun ini. Seperti lomba drama satu babak, lomba drama dua babak, lomba geguritan bahasa Jawa, pidato bahasa Inggris, menyanyi bahasa Inggris dan musikalisasi puisi.
        Sekretaris dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Blora, Sugiyarto mengatakan kegiatan bulan bahasa tahun ini mengangkat tema seni dan budaya. Ajang ini bertujuan untuk menggali kreatifitas anak sebagai wujud dari pendidikan karakter bangsa.
      “Sudah lama acara ini tidak kita munculkan, mulai tahun ini kita akan munculkan kembali. Tahun ini tema kita seni dan budaya.Tahun depan kita akan coba kolaborasikan lagi dan membuat acara lebih besar, mungkin tingkat kabupaten,” ucap Sugiyarto.
         Sugiyarto tidak mengira antusiasme peserta yang begitu besar pada perlombaan tahun ini. Selain peserta dari sekolah negeri sejumlah sekolah yang bernaung di bawah kemenag Seperti Mts juga ikut memeriahkan lomba bulan bahasa ini.
       “Saya mohon maaf kalau tempatnya berantakan, saya tidak mengira kalau pesertanya seperti ini, bahkan dari sekolah-sekolah kementrian agama juga hadir, jadi ini bagus buat sinergitas. Ini seharusnya ada 6 panggung yang digunakan sehingga tidak berjubel seperti ini,” tandas Sugiyarto.
        Sementara itu salah satu peserta dari SLTP N 6 Blora, Linda mengaku masih mengalami kesulitan saat tampil di hadapan tiga dewan juri. Dirinya bersama teman-temannya yang mengikuti perlombaan drama satu babak masih merasa kesulitan melakukan penghayatan peran sehingga tampil kurang maksimal.
         “Kami sudah persiapan satu Minggu, tapi untuk mengeluarkan klimaksnya kami masih merasa kesulitan,” kata Linda.
         Hal sama dikatakan peserta lain bernama Mega, ia bersama timnya masih merasa grogi saat tampil dihadapan peserta lain. ” Grogi mas,” katanya sambil senyum.
        Dalam perlombaan ini, penilaian untuk menang meliputi, aspek kreatifitas, kekompakan tim, alur cerita serta kostum.
(MN/EL)