Home Headline Puluhan Korban Penyanderaan KKB Papua Masih Alami Shock dan Nyeri Pernapasan  

Puluhan Korban Penyanderaan KKB Papua Masih Alami Shock dan Nyeri Pernapasan  

167
0
Korban Penyanderaan KKB Papua Masih Alami Shock dan Nyeri Pernapasan  
          Semarang, 23/11 (BeritaJateng.net) – Puluhan korban penyanderaan kelompok Kriminal Bersenjata Papua, yang tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa tengah, Rabu  (22/11) malam langsung diperiksa oleh petugas kesehatan.
          Petugas Medis langsung melakukan pemeriksaan kepada 43 korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata papua, usai tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah, Rabu (22/11) malam.
         Sebagian besar dari mereka diketahui mengalami infeksi saluran pernafasan akut atau gangguan pernafasan, dan ada yang masih nyeri otot yang diduga akibat kekerasan yang diterima saat di mereka disandera oleh kelompok kriminal bersenjata Papua.
         Menurut Dokter Muhammad nis dari Rumah Sakit Tugurejo Semarang yang memeriksa, sebagian besar para korban yang mengalami ispa disebabkan oleh faktor kelehanan, stres dan kekurangan nutrisi.
           “Sebagian besar dari mereka diketahui mengalami gangguan saluran pernafasan, disebabkan oleh faktor kelehanan, stres dan kekurangan nutrisi. Ada juga yang mengalami nyeri otot diduga akibat pukulan, meski sakit saat ditekan namun tidak memar,” ujarnya saat memeriksa sejumlah korban pen yanderaan di Ruang VVIP Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
          Sementara itu Sukarman salah satu  korban juga mengaku bahwa selama disandera di sebuah kamp penampungan, sebagian dari mereka diperlakukan kasar oleh kelompok kriminal bersenjata. Selain itu, uang dan handphone warga juga dirampas oleh KKB.
Korban Penyanderaan KKB Papua Masih Alami Shock dan Nyeri Pernapasan

“Yang kedapatan membawa uang dan hp diminta, dan diancam mau dibunuh kalo keluar dari wilayah penyanderaan”, ujarnya.

           Seperti diketahui, 43 warga jateng yang berasal dari kabupaten Demak dan Rembang yang dipulangkan ini,  sebelumnya disandera oleh kelompok kriminal bersenjata papua bersama ribuan warga lainnya di dua desa di mimika papua. Di Papua, mereka berprofesi sebagai pendulang emas dari limbah pembuangan PT Freeport Indonesia. (NH/El)