Home Headline Puluhan Kios Pasar Kanjengan Ditandai Aparat, Dibongkar Akhir Agustus

Puluhan Kios Pasar Kanjengan Ditandai Aparat, Dibongkar Akhir Agustus

124
0
Petugas menandai kios-kios pasar kanjengan yang akan dilakukan eksekusi pembongkaran.
            Semarang, 28/7 (BeritaJateng.net) – Sekitar 60 kios di Blok C dan D Pasar Kanjengan Semarang mulai ditandai oleh petugas Pengadilan Negeri dan Aparat Kepolisian Kota Semarang, Jumat (28/7) siang. Penandaan dilakukan terkait proses eksekusi pembongkaran kios untuk dibangun kembali menjadi satu kesatuan dengan Pasar Johar Baru.
              “Hari ini hanya penandaan saja di gedung yang akan kita eksekusi. Yang kita tandai kios-kios di Blok C dan D pasar Kanjengan,” ujar Ali Nuryahya, Juru sita Pengadilan Negeri Semarang.
             Ali mengaku proses eksekusi pembongkaran puluhan kios Pasar Kanjengan dilakukan akhir Agustus ini.
             Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan relokasi bagi pedagang di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tepatnya di blok F Pasar Relokasi Sementara Johar.
Petugas memberi tanda kios-kios di pasar Kanjengan yang akan di eksekusi.
Petugas memberi tanda kios-kios di pasar Kanjengan yang akan di eksekusi.

“Sebelum puasa para pedagang sudah kami kumpulkan, sudah kami sosialisasikan. Jumlahnya sekitar 60 pedagang yang menempati kios dan sekitar 400 pedagang pancakan sudah kami beritahukan mereka akan dapat tempat relokasi di MAJT Blok F,” kata Fajar.

              Menurutnya, hingga saat ini Dinas Perdagangan masih melakukan registrasi dan pendataan. “Masih pendataan, dari PN sudah ditandai tinggal akhir Agustus nanti di eksekusi,” imbuhnya.
              Salah satu pedagang, Sugiharto (62) mengaku pasrah jika kios yang ia tempati harus di bongkar. “Ya.. kalau suruh pindah ya pindah, yang penting cepat selesai pembangunan Johar barunya,” katanya.
             Pedagang sembako ini berharap bisa memperoleh lapak yang layak, menurutnya pembagian lapak di relokasi sementara MAJT Semarang dirasa masih terlalu sempit karena berukuran hanya 2 meter. “Kalau bisa lapaknya disesuaikan lapak yang ada. Kalau hanya 2 meter susah kalau mau dasaran (menggelar dagangan,Red),” katanya. (El)