Home Kesehatan Pukau Tim Verifikasi Kota Sehat, Pemkot Semarang Optimis Raih Wiwerda

Pukau Tim Verifikasi Kota Sehat, Pemkot Semarang Optimis Raih Wiwerda

67
0
Tim verifikasi penilaian Kota Sehat memetik buah di kebun buah Desa Wisata Cepoko Semarang.
               SEMARANG, 12/9 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang optimis mampu memboyong penghargaan Wiweda 2017 sebagai kota pemukiman dan sarana prasarana sehat, sehat mandiri, pariwisata sehat, serta ketahanan pangan dan perbaikan gizi.
                Ketua Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), Tia Hendrar Prihadi mengemukakan, tim juri verivikasi telah mendatangi beberapa lokasi fokus (lokus) dan mengatakan bagus. Apalagi, juri juga melihat peran masyarakat juga sudah terlibat langsung.
                 “Kita berharap mendapat Wiwerda, karena juri mengaku sudah menilai bagus kinerja antara OPD dan masyarakat. Terpenting peran aktif keterlibatan masyarakat sehingga program bisa berjalan dan dirasakan langsung,” katanya, disela Penutupan Tim Verivikasi Lomba Kota Sehat 2017, di Kebun Buah Cepoko Gunungpati Semarang, Selasa (12/9).
               Dari 11 lokus, Tia mengaku hanya ada satu lokasi yang memang belum maksimal disentuh untuk menuju sehat, yakni lokus Penggaron. Alasannya, lokus Penggaron yang masuk daerah terminal bukan domain dari Kota Semarang.
               “Kami juga sudah sampaikan ke juri jika Penggaron bukan domain milik Kota Semarang sehingga kita tak bisa maksimal bergerak dan memberikan solusi. Tapi tempat itu juga sudah kita bersihkan semampu kita, dan sekali lagi Penggaron bukan domain Kota Semarang,” terangnya.
                 Sementara, Plh Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan, 11 lokus yang diverifikasi merupakan wilayah dari beberapa kelurahan dan kecamatan yang masuk dalam Kampung Tematik. Seperti Cepoko, Ngaliyan, Krapyak, Palebon, Plalangan, Sendang Mulyo, Kramas dan lainnya.
                “Data-data verifikasi seperti data terkait rumah sehat ada berapa, jumlah wisatawan juga karena penilaian ini meliputi juga dari Kemenpar. Ada data juga pemberdayaan kota sehat terkait UMKM,” paparnya.
               Ita, sapaan Plh Walikota, juga menyampaikan jika tim juri verifikasi telah mengecek kebenaran data-data itu dan bukan mengada-ada.
                  “Juri menyatakan sudah tak ada data mengada-ada, memang betul-betul pemberdayaan. Baik dari pemberdayaan lansia, dari tempat wisata, posyandunya,” pungkasnya.
                  Pihaknya berharap Kota Semarang mampu bersaing dengan daerah dari propinsi lainnya mengingat penjaringan mulai dari 176 menjadi 76 lalu menjadi 50 daerah.
                “Semarang satu-satunya wakil Jateng, Jatim ada enam daerah. Kita berharap menjadi juara, dan akan dinilai lagi dua tahunan kedepan untuk peringkat lebih tinggi lagi,” katanya. (El)