Home Lintas Jateng PTTQ Masjid Agung Solo Sediakan Beasiswa Bagi Santri

PTTQ Masjid Agung Solo Sediakan Beasiswa Bagi Santri

SOLO, 30/11 (BeritaJateng.net) – Pondok Pesantren Tahfidz wa Ta’limil Qur’an (PPTQ) Masjid Agung Surakarta (Solo) menyediakan bea siswa bagi santri yang menghafal Alquran 30 Juz di pondok pesantren tersebut. Bea siswa diberikan mulai masuk sampai selesai.

“Dana untuk bea siswa didapat dari beberapa alumni, jamaah masjid, dan donatur yang sifatnya tidak mengikat,” kata KH Muhammad Muhtarom Al Hafidz, Ketua Pengurus Masjid Agung Surakarta dan sekaligus salah satu pengasuh PPTQ.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhtarom pada acara Khataman Alqur’an santri PPTQ Masjid Agung Surakarta di serambi masjid setempat Minggu malam (29/11). Acara yang menghadirkan Dr KH Ahmad Mustofa Bisri dari Rembang sebagai penceramah ini dihadiri oleh ribuan penganjung, baik dari santri setempat, keluarga santri, alumni santri, Jamuro (Jama’ah Muji Rosul) Solo dan sekitarnya, dan juga umut muslimin sekitar masjid.

Muhtarom mengatakan, PTTQ MA yang lebih berkonsentrasi dalam menghafal dan mempelajari Alquran berdiri pada tahun 1980 an. Dan sejak beberapa tahun terakhir, pengasuh PPTQ MA menyediakan bea siswa bagi santri, khusus yang menghafal Alquran 30 juz.

“Disini kami tidak mewajibkan kepada semua santri untuk menghafal Alquran 30 juz. Namun untuk menghafal juz 30 adalah wajib bagi semua santri. Terhadap santri yang menghafal 30 juz kita berikan beasiswa,” terang Ketua PAC NU Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta ini.

Ide awal memberikan bea siswa ini, kata lelaki asal Purwodadi, yaitu untuk membantu bagi mereka yang berminat menghafal Alquran 30 juz namun terhambat karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Alhamdulillah, saat ini kita bisa memberikan bea siswa, baik santri yang berasal dari keluarga kurang mampu ataupun mampu,” katanya.

Sementara, Dr KH Ahmad Mustofa Bisri mengingatkan kepada para santri yang sudah belajar membaca Alqur’an dan yang sudah berhasil menghafal Alquran untuk tidak puas diri. Selanjutnya, adalah mempelajari isi kandungan Alquran kemudian mengamalkannya.

“Alqur’an itu pegangan dan tuntunan hidup umat Islam. Namun saat ini, kalau disurvai, mungkin hanya sedikit umat Islam yang sudah mengamalkan isi Alqur’an,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, jumlah santri yang mengikuti khataman, mulai dari 30 juz bil ghoib (hafalan), 30 juz binadzor (membaca), juz 30 bil ghoib sebanyak 71 santri, baik putra dan putri. Khusus yang khataman 30 juz bil ghoib (hafalan) sebanyak 3 orang, yaitu Cici Kustiyani Binti Kustur dari Penawangan Grobogan, Muhammad Afif Syarifuddin Bin H Anshori dari Klaten dan M Febri Ariyadi Bin Waduri dari Pekalongan. (BJ)