Home Ekbis PTPN IX Rencana Bangun Pabrik Gula Baru di Jateng

PTPN IX Rencana Bangun Pabrik Gula Baru di Jateng

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 26/1 (Beritajateng.net) – PT Perkebunan Nusantara IX berencana membangun pabrik gula baru di wilayah pantai utara Provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas produksi yang lebih besar dibandingkan pabrik yang telah ada saat ini.

“Terkait rencana tersebut, kami telah mengajukan anggaran sebesar Rp1,7 triliun kepada pemerintah pusat yang akan mengucurkan dana pada 2016 dan 2017,” kata Direktur Utama PTPN IX Adi Prasongko saat dihubungi melalui telepon di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan bahwa latar belakang pembangunan pabrik gula baru itu adalah keempat pabrik gula yang ada di Provinsi Jateng sekarang terus mengalami kerugian dalam jumlah cukup besar tiap tahunnya karena kapasitas produksi yang kecil.

“Pabrik gula yang terus mengalami kerugian selama lima tahun terakhir karena masih menggunakan mesin tua itu adalah Pabrik Gula Jatibarang Brebes, Pabrik Gula Sumberharjo Pemalang, Pabrik Gula Sragi Pekalongan, serta Pabrik Gula Pangkah Tegal,” ujarnya.

Menurut dia, keempat pabrik gula yang belum dapat dipastikan penggunaannya ke depan itu hanya mempunyai kapasitas produksi sekitar 2.500 ton tebu per hari.

“Belum tahu akan digunakan untuk apa, tapi masih bisa digunakan untuk menanam tebu,” katanya.

Kendati demikian, Adi memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan karyawan yang saat ini bekerja di empat pabrik gula tersebut.

PTPN IX juga telah mengajukan anggaran pada APBN Perubahan 2014 sebesar Rp500 miliar yang akan digunakan untuk revitalisasi serta meningkatkan kapasitas produksi di Pabrik Gula Mojo, Kabupaten Sragen, dan Pabrik Gula Rendeng, Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jateng Teguh Winarno mengatakan bahwa jumlah produksi dari 12 unit pabrik gula di provinsi setempat perlu ditingkatkan agar bisa menampung tebu dari para petani.

“Seluruh pabrik gula di Jateng hanya memproduksi 31.000 ton per hari, padahal kapasitas produksinya mencapai 41.500 ton per hari,” ujarnya.

Teguh menjelaskan bahwa luas lahan tebu di Jateng saat ini mencapai 75 ribu hektare. Menurut dia, luas lahan tebu di Jateng tersebut terus mengalami penambahan tiap tahunnya karena banyaknya areal persawahan yang semula ditanami padi beralih ditanami tebu.

“Pada tahun 2012 hanya ada 67.168 hektare lahan tebu, dan bertambah menjadi 73.516 hektare pada 2013,” katanya.

Teguh mengungkapkan perlu ada penambahan pabrik gula agar bisa menampung semua hasil panen tebu dari para petani karena tebu yang tidak bisa ditampung oleh pabrik gula terpaksa dikirim ke luar provinsi.

“Menurut saya, lebih baik membuat pabrik gula baru dibandingkan melakukan revitalisasi sebab pengolahan pabrik gula yang lama masih menggunakan sulfur dan belerang sehingga hasilnya kurang baik,” ujarnya.

Ia mengharapkan sudah ada pembangunan pabrik gula yang baru pada 2016 dan untuk sementara pihaknya tidak akan menambah luas lahan tebu sebelum ada penambahan jumlah pabrik gula di Jateng.

Saat ini, Pemprov Jateng tercatat memiliki delapan pabrik gula yaitu Pabrik Gula Rendeng, PG Sragi, PG Sumberharjo, PG Pangkah, PG Jatibarang, PG Tasikmadu, PG Mojo, dan PG Gondang Baru, sedangkan pabrik gula yang dikelola swasta adalah PG Cepiring, PG Pakis Baru, PG Trangkil, serta PG Blora.(ant/bj02)