PT Sari Tembakau Final Lomba KB Nasional

Tim Penilai Lomba KB Perusahaan dari BKKBN Pusat saat melakukan penilaian di PT Sari Tembakau.
          KENDAL, 12/6 (BeritaJateng.net) — PT Sari Tembakau Cepiring masuk putran final dalam Lomba Keluarga Berencana (KB) Perusahaan yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat. Perusahaan tembakau ini masuk bersama satu perusahaan di Nusa Dua Bali.
             Direktur Kesertaan KB Jalur Swasta BKKN Pusat, Maryana mengatakan jika lomba KB perusahaan ini diadakan tingkat nasional. Untuk Sejawa-Bali ada tujuh perusahaan di tujuh provinisi yang mengikuti. “Nah, PT Sari Tembakau lolos masuk final, dan hari ini Tim Penilai BKKBN melakukan penilaian,” katanya.
           Lomba KB Perusahaan menurutnya penting. Sebab BKKBN ingin melibatkan perusahaan dalam program KB bagi karyawannya. Sehingga perusahaan memiliki perhatian khusus untuk ikut serta membantu program pemerintah mengendalikan KB. “Sehingga karyawan memilliki kesadaran untuk KB,” tandasnya.
             Maryana menyebutkan dari proyeksi jumlah penduduk Indonesia 2015 sebanyak 255.451.702 juta jiwa, 67, 3% adalah usia produktif atau usia bekerja (18-64 tahun). Menurut data tahun 2016 jumlah penduduk yang bekerja ada 118 juta orang. Sebagai guru, karyawan dan pegawai sejumlah 45,83 juta orang.
             “Yang bekerja ini, jika ditinjau dari jenis pekerjaan lapangan, 15 juta jiwa lebih orang bekerja di sektor industri. Makanya gelar lomba ini ditingkat perusahaan untuk memacu perusahaan agar peduli terhadap program KB bagi karyawannya,” jelasnya.
            Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa, dalam sambutan tertulisnya yang disampikan Wakil Bupati Masrur Masykur mengharapkan, KB Perusahaan dapat menjadi cerminan di Kabupaten Kendal ataupun di Provinsi Jawa Tengah. Sebab urusan KB menurutnya cukup krusial, mengingat pertumbuhan penduduk tidak teratasi.
               Permasalahan KB menurutnya tidak hanya pada batas sosialisasi saja, tapi sudah pada layanan. Sebab informasi KB menurutnya masyarakat sudah hampir mengetahui pentingnya KB. “Yang dibutuhkan bagaimana BKKBN ini bisa turun sampai tingkatan masyarakat desa,” tambahnya.
               Sementara itu, Direktur PT Sari Tembakau Cepringi, Warih Sugrianto dari 800 karyawannya ssudah ada ada 300 orang yang sudah ikut program KB. “Yang lainnya belum ikut karena rata-rata karyawan kami belum berkeluarga,” katanya. (sty/el)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN