Home Ekbis PT Sampharindo Retroviral Indonesia Resmi Beroperasi di Semarang

PT Sampharindo Retroviral Indonesia Resmi Beroperasi di Semarang

614
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan pabrik PT Sampharindo Retroviral Indonesia

*** Produksi Obat Antivirus Seperti Obat HIV

Semarang, 27/3 (BeritaJateng.net) – PT Sampharindo Retroviral Indonesia sebagai salah satu pabrik yang memproduksi obat Anti Virus mulai diresmikan. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM-RI), Penny Lukito, Kamis (27/2).

Pabrik yang berlokasi di Jalan Tambakaji Timur V No. 50, Kota Semarang Jawa Tengah secara resmi mulai berproduksi.

Direktur Utama PT Sampharindo Retroviral Indonesia M. Syamsul Arifin mengatakan pada tahap awal pengoperasian pabrik ini, terdapat dua jenis obat yang diproduksi, yakni Telado dan Telavir.

“Ada lima jenis obat yang kami ajukan ke BPOM, hari ini sudah keluar dua,” katanya.

Menurut dia, dari sekitar 600 ribu pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen yang ditangani dan menjalani pengobatan.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengobatan HIV/ Aids, lanjut dia, karena produk yang digunakan masih jarang dan harganya mahal.

Padahal, menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan HIV ini yakni dengan pengobatan rutin.

Keberadaan pabrik ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penderita yang diobati sehingga bisa mencegah pula penularan.

Penyerahan sertifikat izin edar obat dari BPOM kepada PT Sampharindo Retroviral Indonesia

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM-RI), Penny Lukito juga menyerahkan secara langsung sertifikat izin edar untuk kedua jenis obat tersebut.

Menurut Penny, keberadaan pabrik yang juga merupakan dari penanaman modal asing ini sekaligus sebagai bukti kemudahan berinvestasi di sektor farmasi yang dilakukan BPOM.

“Melalui percepatan perizinan, keberadaan pabrik ini sekarang sudah mulai dioperasikan,” katanya.

Melalui dua produk PT Sampharindo Retroviral ini, ia mengharapkan pengidap HIV bisa memperoleh obat dengan lebih mudah.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menuturkan jika ada dua hal yang membawa dirinya hadir dalam opening ceremony PT Sampharindo Retroviral. “Ada dua hal yang membawa saya kesini. Pertama karena banyaknya kebutuhan obat antivirus namun produksi di Indonesia tidak ada. Yang kedua karena, ini merupakan salah satu investasi yang masuk di Jateng,” katanya.

Menurut Ganjar, Jawa tengah masuk dalam lima besar penduduk dengan penderita HIV Aids tertinggi dengan jumlah mencapai 43ribu orang. Sehingga keberadaan pabrik yang memproduksi obat antivirus maka kebutuhan obat antivirus bisa ditekan. (El)