Home Ekbis PT Phapros Bukukan Laba Bersih Rp. 45 Miliar

PT Phapros Bukukan Laba Bersih Rp. 45 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham PT Phapros Tbk.
Rapat Umum Pemegang Saham PT Phapros Tbk.
Rapat Umum Pemegang Saham PT Phapros Tbk.

Semarang, 22/5 (BeritaJateng.net) – PT Phapros Tbk, perusahaan farmasi Nasional membukukan laba bersih pada periode 2014 sebesar Rp. 45 miliar, atau naik sekitar delapan persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Tahun 2014 merupakan tahun yang krusial. Bukan hanya bagi kami, namun juga bagi kalangan industri farmasi di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Phapros Iswanto di Semarang.

Hal tersebut diungkapkan Iswanto usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Phapros Tbk Tahun Buku 2014 yang berlangsung di Ballroom Hotel Gumaya Tower Semarang.

Menurut dia, berbagai dinamika dihadapi kalangan industri farmasi di Indonesia pada 2014, seperti diberlakukannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Belum lagi, kata dia, industri farmasi nasional pada periode 2014 dihadapkan pada pertumbuhan farma nasional yang relatif kecil, yakni 8,3 persen dan inflasi yang mencapai 8,4 persen.

“Di tengah berbagai kendala yang dihadapi industri farmasi, Phapros berhasil meningkatkan penjualan hingga Rp578 miliar atau naik sebesar 10,8 persen dengan laba bersih mencapai Rp45 miliar,” katanya.

Ia mengakui pemberlakuan BPJS memang membuat penjualan produk “branded ethical” (obat dengan resep) mengalami penurunan pada periode 2014 sebesar 18 persen dari sebelumnya Rp. 191,7 miliar.

Pemberlakuan BPJS, kata Iswanto, memang memberikan dampak luar biasa bagi kalangan industri farmasi, terutama pada produk “branded ethical”, namun di sisi lain produk generik mengalami kenaikan signifikan.

“Dari laba bersih Rp45 miliar yang diperoleh pada periode 2014, diputuskan pembagian dibiden sebesar Rp50 persen atau senilai Rp. 22,6 miliar,” kata Direktur Keuangan Phapros Budi Suseno.

Untuk meningkatkan profit pada tahun-tahun berikutnya, Phapros memiliki beberapa rencana jangka panjang, seperti menjadikan perseroan sebagai “contract manufacturing organization” (CMO).

Khususnya, kata Budi, untuk produk parenteral (injeksi) dan memperluas pasar ekspor dengan memprioritaskan produk tersebut yang sudah diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Selain itu, pada RUPS PT Phapros Tbk Tahun Buku 2014 itu juga menetapkan susunan komisaris baru, yakni Dandossy Matram, SE, Prof Dr Fasli Jalal, dan Drs, Masrizal A. Syarief. (Bj05)