Home Headline PT Pegadaian Dirikan Bank Sampah Berkonsep Tukar Sampah Jadi Emas

PT Pegadaian Dirikan Bank Sampah Berkonsep Tukar Sampah Jadi Emas

909
Peresmian Bank Sampah 'Ngudi Lestari' Kelurahan Tinjomoyo, Banyunik, Semarang

Semarang, 3/2 (BeritaJateng.net) –
Persoalan sampah masih menjadi momok di kota Semarang, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi potensi kerusakan lingkungan. Salah satunya, dengan pembuatan bank sampah yang digagas oleh PT Pegadaian (Persero).

Jika biasanya bank sampah hanya menghasilkan pundi-pundi uang dari sampah rumah tangga yang bernilai komersil, PT Pegadaian justru berinisiatif mengganti nominal uang menjadi emas sehingga bisa dikelola menjadi simpanan atau tabungan masa depan.

Direktur Utama PT Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan, gagasan pembangunan bank sampah merupakan wujud kepedulian PT Pegadaian terhadap persoalan lingkungan.

“Ini merupakan pertamakalinya PT Pegadaian membuka bank sampah di Jawa tengah melalui program Pegadaian Bersih-bersih. Bank sampah ini selain sebagai upaya untuk mengatasi persoalan kerusakan lingkungan, sekaligus menjadi sarana memberdayakan masyarakat dengan cara mengelola dan mengubah sampah menjadi emas,” ujar Kuswiyoto saat ditemui usai peresmian Bank Sampah ‘Ngudi Lestari’ Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Minggu (3/2).

PT Pegadaian Dirikan Bank Sampah Berkonsep Tukar Sampah Jadi Emas

Dipilihnya Semarang sebagai lokasi pertama pembangunan bank sampah, lanjut Kuswiyoto, lantaran jumlah volume sampah di Semarang mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Tercatat pada November 2018, jumlah volume sampah di Semarang mencapai angka sekitar 1.400 ton/per hari. Sampah-sampah tersebut banyak didominasi oleh sampah rumah tangga.

Menurut Kuswiyoto, pihaknya mengajak seluruh masyarakat di Kelurahan Tinjomoyo Banyumanik untuk mengumpulkan sampah rumah tangga, menyortir, untuk kemudian mengkapitalisasi sampah menjadi emas.

“Tim kami (PT Pegadaian) akan memberikan pembekalan mengenai cara mengumpulkan dan mengolah sampah, selanjutnya dikonversikan menjadi tabungan emas,” imbuhnya.

PT Pegadaian juga memberikan bantuan untuk pembangunan Bank Sampah sebesar Rp249.796.000,-. Tidak hanya itu, perseroan juga memberikan bantuan untuk sarana dan prasarana Bank Sampah sebesar Rp116.790.000,-.

“Pegadaian juga memberikan bantuan sebesar Rp15.920.000,- untuk sarana prasarana di selter Usaha Makro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pasang listrik, peralatan usaha, dan lain-lain,” ujar Kuswiyoto. (El)