Home Nasional Proyek Tol Semarang-Batang Seksi II Mulai Lakukan Pembebasan Lahan di Tambak Aji

Proyek Tol Semarang-Batang Seksi II Mulai Lakukan Pembebasan Lahan di Tambak Aji

965

SEMARANG, 5/11 (BeritaJateng.net) – Progres proyek Jalan Tol Batang-Semarang Seksi II sudah mulai melakukan pembebasan lahan di Kelurahan Tambak Aji Semarang, sebelumnya pembebasan telah rampung untuk bidang tanah di Kelurahan Purwoyoso sebanyak 584 bidang tanah dari 785 bidang tanah.

Wibowo Suharto Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) Tol Batang-Semarang Seksi II menyatakan, sisa pembebasan bidang tanah di Purwoyoso merupakan tanah warga yang memiliki sisa lahan dan diminta untuk dibeli sekaligus.

“Masih menunggu kajian Tim Kajian Tanah Sisa, apakah layak kita beli atau tidaknya. Tapi untuk progresnya, kita sudah mulai pembebasan di Kelurahan Tambak Aji,” katanya.

Di Kelurahan Tanbak Aji, lanjutnya, ada sekitar 600 an bidang tanah warga yang terdampak, dan pada pekan kemarin sudah mulai dilakukan apraisal guna validasi pencairan ganti rugi pembebasan lahan.

“Ada 600 bidang tanah warga di Tambak Aji, yang sudah setuju untuk validasi pencairan sekitar 400 an bidang tanah. Minggu depan kita kebut pencairannya,” katanya.

Menurutnya, validasi pencairan lahan warga Tambak Aji akan terus bertambah seiring waktu berjalan lantaran tak ada kendala, warga hanya menunggu proses persyaratan saja.

“Bisa tambah sampai 500 bidang tanah yang masuk validasi pencairan, tinggal sisanya ada dua kelurahan yakni Kelurahan Bambankerep dan Kembangaru, minggu depan akan kita musyawarahkan dengan warga untuk persetujuan validasi pencairan,” tambahnya.

Sementara beberapa lahan yang belum tuntas diantaranya ada tiga sekolahan yang ada di Keluraan Beringin dan Ngaliyan. Masing-masing; SD Negeri Ngaliyan 2 dan SD Negeri Tambakaji 3 dipastikan tergusur dan direlokasi. Sedangkan untuk SMP Negeri 16 Semarang, yang terkena sebagian ruang kelas tidak direlokasi.

“Kalau tiga sekolahan itu lahannya aset pemerintah kota, sehingga tak ada masalah apapun hanya tinggal direlokasi. Dimana dan kapan direkokasi itu wewenang pemkot Semarang,” tukasnya. (Bj)