Home Headline Proyek Normalisasi BKT, Dua Jembatan Harus Dibongkar

Proyek Normalisasi BKT, Dua Jembatan Harus Dibongkar

580
Kepala BBWS menunjukkan jembatan yang harus dibongkar untuk proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Semarang.
    SEMARANG, 8/4 (BeritaJateng.net) –  Proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terbagi menjadi tiga sesi yang dikerjakan oleh tiga kontraktor yang berbeda. Proyek yang sudah dimulai Desember 2017 lalu itu, hingga kini baru mencapai dua persen saja.
     Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno menuturkan, ada beberapa jembatan yang terdampak normalisasi. Namun hanya dua jembatan yang harus ditinggikan yaitu jembatan Kaligawe dan jembatan rel kereta api di Kaligawe.
      “Dua jembatan itu harus dibongkar dan ditinggikan lagi sekitar 1,5 meter karena ketinggian jembatan terlalu rendah dan akan mengganggu aliran sungai,” kata Ruhban, Minggu (8/4).
      Rubhan memaparkan, struktur dua jembatan itu lebih rendah dari tanggul yang akan dipasang di dua sisi sungai BKT. Nantinya, tanggul baru memiliki ketinggian sekitar tiga meter dan lebar 10 meter.
      Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena jembatan Kaligawe merupakan jembatan yang melintang di atas jalan nasional.
      “Karena itu yang berwenang adalah instansi masing-masing, kami sudah surati dan berkoordinasi terkait hal itu. Kami berharap mereka segera melakukan pembongkaran dan peninggian jembatan tersebut,” harapnya.
      Untuk rel kereta api Kaligawe, lanjut Rubhan, setidaknya jembatan yang melintas di atas sungai itu harus ditinggikan sekitar satu meter. Sementara untuk jembatan Kaligawe di Jalan raya Kaligawe harus ditinggikan sekitar 1,5 meter lagi.
       “Sebenarnya ada tiga jembatan, satu jembatan yakni jembatan Kaligawe lama sudah kami bongkar,” kata dia.
       Disinggung terhadap jembatan-jembatan lain seperti Jembatan Citarum dan Jembatan Majapahit, Rubhan mengaku jika kedua jembatan itu tidak perlu dibongkar. Sebab, ketinggian jembatan sudah dirasa cukup tinggi dan tidak mengganggu proses normalisasi sungai. (El)