Home Headline Proses Pencarian Pendaki Lawu Diperluas Dari Jalur Pendakian Ngargoyoso

Proses Pencarian Pendaki Lawu Diperluas Dari Jalur Pendakian Ngargoyoso

Pendaki Gunung Lawu

KARANGANYAR, 29/7 (BeritaJateng.net) – Pencarian terhadap tujuh pendaki asal Sumber Solo, Jawa Tengah yang diduga kehilangan kontak di gunung hingga dini hari terus dilakukan. Bahkan pencarian terus diperluas.

Kabar dugaan hilangnya pendaki usia belasan tahun bahkan dua diantaranya anak-anak yaitu Abdul (8 th), sasi (11th), refi (18 th), Maya (18 th), rizai (18 th), puput (18 th) dan Gabriel (18 th).

Tim gabungan dari berbagai eleman, seperti, SAR Karanganyar Emergency, Basarnas, Relawan AGL, BPBD dan juga aparat masih terus melakukan penyisiran. Bahkan saat ini fokus pencarian semakin di perluas. 

Menurut ketua SAR Emegency Karanganyar Pak Po yang poskonya berada di Ngargoyoso menjelaskan saat ini pencarian bukan hanya di lakukan di lokasi awal pendakian di jalur pendakian Cemoro Kandang. Namun diperluas dari jalur lainnya seperti dari Ngargoyoso, Karanganyar (melewati jalur Tahura) dia atas candi Sukuh. 

“Dengan diperluasnya pencarian dari luar jalur yang ada, akan semakin mudah penyisirannya. Karena dilakukan dari berbagai sisi dan bukan difokuskan di satu jalur saja,” ungkapnya ketika di hubungi beritajateng.net pagi ini, Rabu (29/7/2015).

Bahkan Pak Po juga menyebutkan tim SAR akan tetap melakukan pencarian. Teknik open greet alan dilakukan dengan membentuk foramsi tim SAR akan  berjajar melebar dengan jarak dua sampai tiga meter. Kemudian berjalan bersama-sama menyusuri area pendakian.

“Teknik ini akan sangat membantu karena  tim evakuasi belum mengetahui pasti dimana titik para pendaki itu lost contact. Dengan begitu akan mempermudah koordinasi antar tim,” jelasnya. 

Selain itu informasi yang diperoleh dari tim Basarnas Solo Yohan Tri Hanggoro yang sudah ada di Posko cemoro Kandang sejak kemarin juga menyebutkan pencarian masih nihil. Pendaki yang dikabarkan lost contact belum di ketahui keberadaannya sejak melakukan pendakian menuju puncak Gunung Lawu sejak tanggal 25 Juli 2015 jam 08.00 WIB.

“Hasilnya masih nihil. Namun pencarian akan tetap dilakukan semaksimal mungkin,” pungkas Yohan. (BJ24)