Home Life Style Promosikan Wisata Mangrove, Warga Tapak Gelar Tour Ekoeduwisata Mangrove 

Promosikan Wisata Mangrove, Warga Tapak Gelar Tour Ekoeduwisata Mangrove 

Screenshot_2015-09-26-05-20-22

Semarang, 26/9 (BeritaJateng.net) – Masyarakat dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang mengadakan Tur Ekoeduwisata Mangrove untuk mengenalkan dan mempromosikan ekosistem edukasi wisata mangrove di wilayah Tugurejo, Sabtu (26/9) pagi.

Dusun Tapak, Tugurejo Semarang merupakan salah satu kelurahan yang berbatasan langsung dengan laut dimana dalam beberapa tahun terakhir dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh dampak negatif perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan muka laut. Kondisi ini meningkatkan frekuensi banjir rob dan abrasi yang mempengaruhi mata pencaharian mereka.

Untuk merespon kondisi tersebut komunitas masyarakat di Tapak menginisiasi ekoeduwisata dengan menyajikan mangrove sebagai daya tarik andalannya.

Menyadari keterbatasan yang dimiliki, komunitas di Tapak telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bina Tapak Lestari untuk mencoba mempersempit kendala tersebut.

POKDARWIS Bina Tapak Lestari yang terdiri dari elemen Pemerintah Desa, Komunitas Prenjak, Kelompok Nelayan dan Petani Tambak kelurahan Tugu.

Kegiatan yang didukung oleh Mercy Corps Indonesia melalui program ACCCRN (Asian Cities Climate Change Resilience Network) ini juga untuk mengajak setiap kalangan peduli pada kelestarian kawasan mangrove, terutama di pesisir Semarang, dan meyakinkan para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah, untuk serius mengembangkan ekoeduwisata mangrove.

Salah satu anggota Mercy Corps Indonesia, Roni Wijayanto mengatakan, falam tur wisata yang pihaknya tawarkan, pengunjung akan diajak untuk menyusuri kanopi mangrove, panen bandeng sampai atraksi memanggil burung. Uniknya setiap pengunjung diwajibkan untuk menanam satu pohon mangrove.

“Melalui cara ini komunitas di Tapak berharap  ekoeduwisata juga dapat menjadi salah satu alternatif mata pencaharian bagi masyarakat. Ketika masyarakat  tidak bisa melaut karena air pasang maka masih ada kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk menambah pendapatan” ujarnya melalui rilis.

Sebelumnya langkah-langkah pelestarian mangrove telah banyak dilakukan di kawasan Tapak, terutama oleh Komunitas Prenjak dengan melakukan penanaman di sepanjang pesisir desa dan pembuatan Alat Pemecah Ombak (APO) untuk menahan ombak dan mengurangi abrasi. (Bj)