Home Ekbis Produksi Beras di Kudus Surplus 11.725 Ton

Produksi Beras di Kudus Surplus 11.725 Ton

269

Kudus, 28/12 (Beritajateng.net) – Produksi beras di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama Januari hingga Desember 2014 mencapai 80.805 ton, surplus 11.725 ton dari tingkat kebutuhan beras sebanyak 69.080 ton.

“Sementara luas panen di Kabupaten Kudus dari total produksi beras tersebut sekitar 27.421 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus Harsito di Kudus, Minggu.

Dari luas panen tersebut, kata dia, tingkat produksi gabah kering giling selama Januari-Desember 2014 mencapai 127.856 ton dan menghasilkan sebanyak 80.805 ton beras.

Dengan demikian, kata dia, ketersediaan pangan di Kudus dalam jumlah aman, mengingat stok beras yang dimiliki masyarakat juga belum termasuk dalam penghitungan.

Tingkat produksi beras tahun ini, kata dia, memang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat produksi tahun lalu karena sebelumnya mencapai 85.914 ton beras, sedangkan tahun 2012 lebih tinggi karena mencapai 91.345 ton.

Padahal, lanjut dia, luas tanam tahun ini jauh lebih luas dibanding tahun sebelumnya yang hanya 26.719 hektare.

“Hanya saja luas panen tahun lalu lebih luas karena luasnya sama dengan luas tanam, sedangkan tahun ini luas tanamnya mencapai 27.421 hektare sementara luas panennya hanya 21.795 hektare,” ujarnya.

Adapun total luas sawah di Kabupaten Kudus yang tersebar di sembilan kecamatan 20.653 hektare.

Dari total luas tersebut, sekitar 14.929 hektare di antaranya merupakan sawah irigasi teknis dan sisanya merupakan sawah tadah hujan.

Upaya mencapai target produksi beras, kata dia, dilakukan lewat berbagai upaya, seperti melalui pengembangan jaringan irigasi dan perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) serta pemberdayaan mendukung kelembagaan P3A tanaman pangan dan hortikultura.

Selain itu, lanjut dia, pemkab juga melakukan optimasi lahan, penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi di sembilan kecamatan serta penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang tepat.

Upaya pengendalian OPT, lanjut dia, melalui bantuan pestisida, seperti insektisida sebanyak 730 liter, rodensia sebanyak 500 kilogram dan fungisida 75 kg.

“Lahan yang puso akibat banjir pada tahun ini juga mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 145 ton,” ujarnya. (Ant/BJ)