Home Headline Produksi Air Zam-zam Palsu, Pandu Diciduk Diskrimsus Polda Jateng

Produksi Air Zam-zam Palsu, Pandu Diciduk Diskrimsus Polda Jateng

877
air zam zam
Ilustrasi

Semarang, 4/10 (BeritaJateng.net) – Praktek pemalsuan air zam-zam berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah, di Dusun Kebon Dalem RT 001 RW 003 Sesa Karang Malang Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Pelaku diketahui bernama Pandu Wicaksono. Ia memanfaatkan momentum musim haji, dengan menggunakan air artetis biasa yang selanjutnya ia kemas hingga menyerupai dengan produk-produk asli yang dijual di Arab Saudi.

Dihadapan petugas Pandu menjelaskan cara pengemasan yang dilakukan olehnya. Ia mengalirkan air bawah tanah tersebut ke filter penyuling. Setelah itu, air dikemas ke dalam galon berukuran 5 liter dan diberi label.

“Saya sebisa mungkin membuat mendekati asli, hingga pesan ke tukang sablon untuk membuat kemasan dan kode bagasi. Caranya sederhana, disuling, terus dimasukkan ke dalam galon, lalu dikemas. Ada yang kemasan plastik, ada yang kemasan kardus,” ujarnya.

Tersangka mengaku sengaja mecontoh kemasan asli dengan memesan label kemasan di daerah Boja. Setelah jadi ia kemudian menjualnya berdasarkan pesanan dan didistribusikan ke sejumlah toko yang ada di Jawa Barat, khususnya wilayah Bogor.

“Saya jual satu kardus air zam-zam palsu dengan harga Rp 100 ribu. Modalnya hutang Rp 25 juta,” akunya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga mengenai aktivitas ilegal yang dilakukan tersangka di rumahnya. Lalu, pada hari Jumat (2/10) aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku beserta barang buktinya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Juli Agung Pramono memaparkan kemasan air zam-zam palsu tersebut jika dilihat sekilas memang terlihat layaknya barang yang didatangkan dari tanah suci, karena tersangka juga menempelkan stiker bagasi palsu dengan nama-nama jamaah haji lengkap dengan barcode.

“Dia juga produksi kertas yang seolah dari bandara. Di kertas itu ditulis nama-nama bandara dan orang-orang yang berbeda. Sebenarnya bisa dilihat barcode ini aneh karena sama semua dan juga hasil cetakannya agak pecah-pecah,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (4/10)

Juli Agung mengatakan pengemasan air zam-zam yang dilakukan oleh tersangka mengikuti perkembangan zaman. Tahun lalu diungkap juga pemalsuan air zam-zam di daerah Mijen dengan tersangka Thalib. Saat itu kemasan berwarna oranye dan memang mirip asli.

Kali ini Pandu yang merupakan mantan karyawan Thalib memproduksi dengan kemasan warna biru dengan logo lingkatang yang terdapat tulisan arab “Zam-zam” dan keterangan bertulisan arab.

“Jadi dia ini drivernya tersangka yang tahun lalu. Kemasannya ini disesuaikan dengan contoh kemasan tahun ini. Air zam-zam palsu ini juga tidak termasuk air kemasan yang memenuhi standar. Tidak ada ozonisasi, penyaringan, dan sebagainya,” terang Juli Agung.

Dari tangan tersangka, sejumlah barang bukti disita petugas diantaranya 200 kardus air zam-zam palsu siap edar, dua tabung filter air, dan ratusan kardus kemasan.

Atas perbuatannya, tersangka kini dijerat pasal 142 Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangdan dengan ancaman pidana paling lama 2 tahun dan atau denda maksimal Rp 4 milyar.

Selain itu tersangka juga dikenakan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a,f, dan j UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 2 milyar.(Bjt02)

Advertisements