Home Ekbis Pro – Kontra Pedagang Tempati Pasar Rejomulyo

Pro – Kontra Pedagang Tempati Pasar Rejomulyo

143
0
Pro - Kontra Pedagang Pasar Kobong Tempati Pasar Rejomulyo

**Pedagang Ikan Basah Tetap Tempati Pasar Kobong, Fajar: Yang Pasti Pasar Rejomulyo Tidak Mangkrak

Semarang,  9/1 (BeritaJateng.net) – Permasalahan pemindahan pedagang ikan untuk menempati bangunan baru Pasar Rejomulyo (Pasar Kobong), sudah menemui titik temu, berupa sejumlah kesepatan dengan para pedagang. Dinas Perdagangan Kota Semarang mengumpulkan perwakilan pedagang Pasar Rejomulyo untuk membicarakan hal tersebut.

“Setelah diamati ternyata untuk memasukkan pedagang ikan basah ke pasar baru mengalami kesulitan dengan luasan dan fasilitas yg kita berikan disana. Nanti akan dilaporkan ke pak Walikota mengenai permasalahan ini dan mungkin juga ada komunikasi internal antara pedagang dengan pak Walikota, ” kata Kepala Dinas Perdangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Menurutnya, meski pedagang ikan basah menolak pindah ke pasar Rejomulyo dengan alasan yang logis, namun bangunan pasar Rejomulyo yang telah berdiri kokoh tetap difungsikan untuk aktivitas jual beli pedagang bumbon dan pedagang ikan asin. Fajar mengatakan, pihaknya tetap meminta para pedagang bisa menempati bangunan baru Pasar Rejomulyo.

“Deadline minggu ketiga semua pedagang harus pindah ke rejomulyo baru kecuali ikan basah. Saya tegaskan bangunan pasar Rejomulyo tidak mangkrak, karena tetap difungsikan,” tegasnya.

Mengenai permasalahan dasaran pedagang ikan asin yakni spesifikasi yang tidak sesuai, Fajar memberikan opsi dan memperbolehkan pedagang ikan asin membangun dasaran untuk dagangannya yang berupa kayu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto meninjau kondisi pasar kobong.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto meninjau kondisi pasar kobong.

“Jadi Senin besok sampai Sabtu pedagang bumbon saya harap sudah pindah, bersama itu pedagang ikan asin saya minta untuk membuat dasarannya secara swadaya. Karena pedagang ikan dasarannya harus kayu. Konsep pembuatannya akan dibantu dinas perdagangan. Karena harus seragam semua bahannya,” tambahnya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan, pihaknya setuju dengan pemindahan pedagang bumbon dan pedagang ikan asin.

“Saya setuju yang dipindah duluan ikan asin pindang bumbon. Untuk iakn basah kami usahakan swadaya pedagang sendiri siap untuk membangun di tempat ini juga dengan spek yang diingkan pedagang,” terangnya.

Sementara itu, Tim advokasi Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zaenal Abidin Petir mengatakan, setelah melalui pembicaraan lebih intens, pihaknya menyambut baik langkah Kepala Dinas Perdagangan untuk tidak ngotot memindah pedagang pasar ikan ke bangunan baru Pasar Rejomulyo.

“Saya senang dengan keputusan Kepala Dinas Perdagangan, bisa memahami keresahan kesulitan pedagang. Dimana pedagang ikan basah tidak dipaksakan untuk tidak segera pindah. Dan bahkan hal ini akan disampaikan kepada Walikota supaya ikan basah tetap menempati disini,” tukasnya. (El)