Home Headline Pria Asal Grobogan Melahirkan Janin? Ini yang sebenarnya terjadi..

Pria Asal Grobogan Melahirkan Janin? Ini yang sebenarnya terjadi..

233
0
Foto masa kecil Ganang Yudo (tengah) pria yang diduga melahirkan janin.

Grobogan, 28/10 (BeritaJateng.net) – Sebuah kabar berhembus dari Desa Panunggalan, Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah soal anak laki-laki yang memiliki janin di perutnya. Hal itu menimbulkan kegemparan ketika “janin” itu diambil dan dimakamkan.

Anak laki-laki malang itu bernama Galang Yudo alias GY berusia 17 tahun, anak seorang Koramil Pulokulon, Kodim 0717/Purwodadi. Dandim 0717/Purwodadi, Letkol Arh Jan Piter Gurning membenarkan putra dari Masduri memang sedang dilanda musibah tersebut dan dirinya sempat menengok ke RSI Sultan Agung Semarang.

“Saya datang ke sana operasinya sudah selesai,” kata Jan Piter.

Menurut keterangan keluarga, lanjut Jan Piter, GY memang sering mengeluh sakit di perutnya. Kemudian karena sakit yang semakin menjadi, GY di periksa di RS terdekat hingga akhirnya dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang sejak 19 Oktober 2017 lalu.

“Mengeluh sakit seringnya di perut, puncaknya ya sekarang-sekarang itu. Diagnosa awal liver, kemudian dirujuk ke RSI Sultan Agung,” terang Jan Piter.

Di RSI Sultan Agung, diketahui ternyata yang diderita GY adalah Teratoma, yaitu sejenis tumor langka yang bisa menyerupai bentuk anggota tubuh manusia karena ada sel induk yang berkembang.

“Informasinya itu Teratoma, kalau bahasanya (sederhana) kembarannya yang bersangkutan. Dari baca-baca, Teratoma itu semacam tumor yang tumbuh bisa kelihatan di luar atau di dalam, pernah ada kan terjadi juga selama 60 tahun di dalam,” pungkasnya.

Bentuk gumpalan daging tumor yang diangkat dari perut GY menjadi perbincangan karena ada bagian yang memiliki bentuk mirip tangan dan juga mirip janin. Tumor tersebut juga sudah langsung dimakamkan di pemakaman umum tidak jauh dari rumah GY. Sejak pemakaman itulah mulai ramai disebut yang berada di perut GY adalah janin.

Sementara itu pihak RSI Sultan Agung membantah ada laki-laki melahirkan seperti kabar heboh yang tersebar. Meski demikian mereka juga enggan memberikan keterangan terkait proses penanganan maupun kondisi GY saat ini yang masih dirawat di sana.

“Mana ada laki-laki melahirkan, mungkin ini untuk masyarakat kasihan dengan pemberitaan tidak mendidik. Kasihan anaknya (pasien),” kata dr Ken Wirastuti selaku Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung Semarang. (Bj)