Home News Update Prestasi Siswa SD Hj. Isriati 1 Mulai Olahraga Hingga Matematika

Prestasi Siswa SD Hj. Isriati 1 Mulai Olahraga Hingga Matematika

Semarang, 27/1 (BeritaJateng.net) – Memajukan bangsa dan negara dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui prestasi di bidang pendidikan baik dari sisi akademik maupun non akademik, Ada tujuh siswa dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang yang memiliki keunggulan di bidang matematika, olahraga dan seni.

Muhammad Abid Athallah (Abid) siswa kelas 5 SD Hj. Isriati 1 ini berhasil meraih Kejuaraan Tenis Tingkat Nasional. Putra ketiga dari pasangan Joko Kiswanto (Pengusaha) dan Sulistiyowati (Ibu Rumah Tangga) ini telah mengikuti 30 kali perlombaan tenis dan mengantongi 30 piala.

“Saya latihan empat kali dalam seminggu, pelatih dan orang tua selalu mengajarkan untuk konsisten, kalau bisa menang dan jangan sampai kalah dalam perlombaan,” ujar Abid saat diwawancarai di sekolahnya, Rabu (27/1) siang.

Abid yang sejak TK memiliki hobi tenis ini ternyata juga mengidolakan Djokovic (Pemain Tenis No.1 Dunia). Ia bercita-cita menjadi petenis ternama. “Kuncinya selalu menjaga stamina dengan istirahat cukup, banyak minum air putih dan latihan teratur,” terang siswa kelahiran Semarang, 30 Januari 2005 ini.

Dusseldorf Daffa Friansyah (Daffa) yang juga gemar main tenis sejak usia 4 tahun, memiliki trik dalam memenangkan perlombaan tenis. Daffa, juga berhasil mengatongi kejuaraan di bidang tenis ini selalu belajar mencari taktik agar lawannya kalah.

“Saya latihan terus di STC Kabluk Semarang bersama Abid. Saya ingin menjadi petenis dunia dari Indonesia, karena mengidolakan Jo Wifried Tsonga. Dia kalau main servisnya bagus,” tutur Daffa.

Sementara itu dalam bidang seni, Aretha Netha Nia Putri Osadi (Aretha) juga berhasil meraih Juara drum dan band tingkat Provinsi. Aretha telah mengikuti sedikitnya 20 kali perlombaan. Di usianya yang menginjak 10 tahun, putri dari pasangan Melulosa Andytya Sakti (Proyek) dan Dyah Fitri Lestari (Catering) ini ingin menjadi drummer handal sekelas Jimmy Sullivan.

“Karena teknik mainnya penuh gaya dan keren banget. Dalam bermain drum juga memerlukan ketrampilan,” tutur bocah yang sejak kecil hobi “gebug-gebug” ini.

Aretha dalam menjuarai perlombaan Festival Band yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah ini ditemani Salsa Haura Putri Setyani (Salsa) sebagai vocalist dan Andro Kusumo Bagus Rezdianto (Andro) sebagai pemain bass. Mereka sangat kompak, bahkan disela-sela belajarnya, untuk mengisi waktu hiburan dengan bermain musik.

Adapula Hayfa Danendra (Andra) siswa kelas 3, yang berhasil meraih Juara 1 lomba Olimpiade Matematika Kelompok, mendapat Medali Perunggu Olimpiade Matematika Nasional KMNR 10 di Bogor, Medali perak Olimpiade Matematika Internasional SASMO 2015 di Bogor, dan Juara 3 lomba Matematika Junio Student Competition.

Putra kedua pasangan Hairul Umam., SH dan Emy Handayani., SH., M.Hum yang tinggal di Jalan Tlogo Warno 186 Perumahan Pondok Indah Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Semarang ini gemar mencari soal matematika di internet dan belajar bersama kakaknya.

“Cita-cita saya ingin seperti Bill Gates menjadi seorang penemu,” katanya.

Selain Andra, siswa putri dari SD Hj. Isriati 1, Nabilah Najmah (Nabilah) juga berhasil meraih Gold Honor Mathematic Olympiade (AIMO) tingkat Nasional. Bedanya, Nabilah juga pandai di bidang lain seperti saat menjuarai lomba Bercerita Islami (MAPSI), juara 2 Pidato Bahasa Indonesia (FLS2N), juara harapan 2 Tata Upacara Bendera dan juara 1 Khitobah tingkat kota.

Baginya lomba matematikalah yang paling berkesan, karena pengalaman yang berbeda, AIMO. Nabilah mendapat pembinaan belajar matematika dari sekolah dan belajar sendiri di rumah. Ia mengaku ada trik-trik dan rumus-rumus agar lebih cepat dalam mengerjakan soal.

“Kalau di rumah suka membaca dan mengerjakan soal,” terang putri dari pasangan Muhammad Ayub dan Lilik Azizah ini.

Dari pihak sekolah selalu mengadakan bimbingan pada siswa di akhir tahun dan memberikan penghargaan seperti piala dan uang pembinaan bagi para siswa berprestasi. Pendampingan baik guru dan orang tua dilakukan sebelum dan saat lomba.

“Hasil-hasil kejuaraan diberikan murni kepada anak-anak,” ujar kepala sekolah, Drs. Yaqub saat diwawancari di ruangannya, Rabu (27/1) siang.

Pihaknya selalu mengadakan seleksi dan pencarian bakat siswa sejak kelas 1. Menginjak kelas 2, sekolah juga bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Unnes dalam melakukan tes pada anak.

“Hasil tes nantinya untuk akselerasi juga memantau bakat dan minat anak. Kemudian mereka kita arahkan ke kejuaraan Olimpiade Sains dan Matematika secara terus menerus,” imbuh Yaqub.

Kerjasama dengan orang tua juga sangat penting, baik dibidang akademik maupun non akademik seperti olahraga, kesenian, dan catur tujuannya agar para orang tua menindak lanjuti kegiatan di luar sekolah. Dengan begitu latihan-latihan bisa lebih efektif karena orang tua dilibatkan dalam pendampingan anak.

“Harapannya, siswa terus berkarya dan siap pada era globalisasi dan modernisasi agar bangsa Indonesia menjadi produktif bukan hanya konsumtif,” paparnya.

Masih dalam ruangan yang sama, Guru Matematika, Ahmad Sholeh., S.Ag menjelaskan jika anak didik di SD Hj. Isriati 1 ini jumlahnya cukup banyak. Atas kerjasama dengan wali kelas 1, murid yang memiliki bakat di bidang matematika selama setahun dan saat memasuki akhir kelas akan ada hasil tes.

Bisa dilihat kemampuan siswa seberapa terampil dalam menghitung, mengetahui unsur logika, sampai ke kelas 3. Saat kelas 4, siswa benar-benar sudah dipersiapkan untuk lomba, baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional.

“Kita menyalurkan bakat mereka melalui proses pengamatan dan seleksi. sejauh ini, siswa yang bernama Andra selama pembinaan termasuk yang menonjol diantara 12 siswa yang lain. Dia mudah menerima pelajaran, bahkan soal-soal yang belum diberikan bisa dikerjakan sendiri. Terlebih orang tuanya sangat mendukung, sehingga dia bisa fokus untuk belajar dalam meningkatkan kemampuan di bidang matematika,” jelas Sholeh.

Sholeh menambahkan kalau saja Nabila bisa lebih fokus di bidang matematika hasilnya akan jauh lebih baik. Namun, Sholeh tetap mendukung pilihan siswanya, selama bisa berprestasi, membawa nama baik sekolah dan memajukan Negara Indonesia. (BJT01)