Home Headline Presiden Dijadwalkan Remikan Waduk Logung

Presiden Dijadwalkan Remikan Waduk Logung

image
Jokowi

Kudus, 7/1 (Beritajateng.net) – Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Waduk Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada bulan Januari 2015, kata Bupati Kudus Musthofa.

“Mudah-mudahan rencana kunjungan presiden benar-benar terealisasi,” ujar Musthofa ketika mendatangi lokasi yang akan dibangun Waduk Logung di Kudus, Rabu.

Dalam kunjungannya itu, Musthofa didampingi Kepala Dinas Bina Marga Energi Sumber Daya Mineral Sam’ani Intakoris, Pelaksana tugas Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Didik Tri Prasetyo, Camat Jekulo, Camat Dawe, dan Kepala Desa Tanjungrejo serta Pejabat BPSDA, serta kontraktor.

Ia mengatakan, tujuan kedatangan ke wilayah yang bakal dibangun waduk ini untuk memastikan persiapan pembangunan yang direncanakan mulai awal tahun ini.

Beberapa lokasi yang dipantau, yakni lokasi tapak dan pondasi waduk, titik genangan serta luasan wilayah yang akan terkena proyek.

“Kami berharap semua pihak mendukung selama proses pembangunan dari awal hingga selesai,” ujarnya. Pembangunan waduk tersebut, kata dia, direncanakan sejak tahun 1970 dan akhirnya tahun ini bisa terlaksana.

Meskipun saat ini masih ada beberapa warga yang belum sepakat dengan ganti untung tanahnya, kata dia, pembangunan waduk tetap dilaksanakan pada tahun ini.

Apalagi, lanjut dia, permasalahan tersebut saat ini telah diselesaikan lewat jalur konsinyasi atau uang ganti untung yang dititipkan di Pengadilan Negeri Kudus.

Selain meninjau lokasi bakal pembangunan waduk, Musthofa beserta rombongan juga melanjutkan pantauan ke lokasi terdampak, yakni di wilayah hilir di lokasi persawahan turut Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo.

Ia berharap, setelah dibangun waduk pada musim hujan tidak lagi tergenang sehingga para petani bisa memanfaatkan sawahnya untuk ditanami padi.

“Mudah-mudahan banjir yang setiap tahun melanda wilayah Kecamatan Mejobo, Jekulo dan Undaan bisa dihindari,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, masih ada 68 bidang tanah yang belum mau menerima tawaran harga jual tanah dari Pemkab Kudus sebesar Rp28.000 per meter persegi untuk tanah miring dan Rp31.000/meter persegi untuk tanah.

Akhirnya, Pemkab Kudus menempuh jalur konsinyasi dengan menyerahkan 68 berkas atau bidang tanah yang tersebar di empat desa ke Pengadilan Negeri Kudus.

Untuk Desa Kandangmas tercatat ada 55 berkas, sedangkan Desa Tanjungrejo (Kecamatan Jekulo) sebanyak 11 berkas, dan dua berkas masing-masing di Desa Honggosoco (Kecamatan Jekulo) dan Rejosari (Kecamatan Dawe).

Sementara jumlah uang yang dititipkan ke PN Kudus sebesar Rp4,05 miliar.(ant/bj02)