Home Headline Presiden Anugerahkan Satyalencana Pembangunan Untuk Masyarkat Badui

Presiden Anugerahkan Satyalencana Pembangunan Untuk Masyarkat Badui

Pemukiman Masyarkat Badui. Foto/Ist

Lebak, 2/1 (Beritajateng.net) – Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Satyalencana Pembangunan kepada masyarakat Baduy karena berhasil menjaga pelestarian kawasan hutan lindung ulayat seluas 3.000 hektare.

“Kami merasa bangga masyarakat Baduy mendapat penghargaan dari Presiden sehingga perlu dicontoh oleh masyarakat lain untuk memelihara hutan dan lahan,” kata Kepala Bidang Komunikasi dan Konservasi Lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Lebak Iwan Sutikno saat dihubungi di Lebak, Jumat.Menurut dia, saat ini pelestarian hutan dan lahan di kawasan hak ulayat masyarakat Baduy terpelihara dengan baik.

Gerakan penghijauan dengan melakukan menanam aneka jenis tanaman kayu-kayuan, sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan sebab gerakan penghijauan dan pelestarian hutan dan lahan merupakan komitmen masyarakat Baduy menjaga dan memilahara untuk kelangsungan hidup manusia.

Bahkan, filosopi masyarakat Baduy apabila hutan dan lahan kondisinya rusak maka akan tiba malapetaka dan bencana.

Karena itu, masyarakat Baduy berhasil menjaga kelestarian kawasan hutan lindung ulayat Baduy seluas 3.000 hektare.

Selain itu juga melindugi sebanyak 120 sumber mata air, 230 sumber mata air kecil dan membentuk 12 penggiwa atau penjaga, mengawasi sumber daya alam hutan dan eksosistemnya. Masyarakat Baduy juga menjaga keamanan hutan lindung dengan melibatkan lembaga masyarakat adat.

Dengan begitu, ujar dia, tecipta kelestarian lingkungan hutan kawasan Baduy dan berkembang sebagai objek wsata sehingga bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat Baduy.

“Karena itu, hal wajar masyarakat Baduy mendapat penghargaan Satyalencana Pembangunan Kalpataru dari Presiden Joko Widodo,” katanya.

Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang juga pemuka masyarakat Baduy Daenah mengatakan pihaknya merasa bangga dengan menerima penghargaan Satyalencana Pembangunan Kalpataru dari Presiden bidang kelestarian hutan dan lahan di kawasan tanah ulayat.

Pelestarian hutan dan lahan merupakan komitmen masyarakat Baduy agar tidak rusak yang bisa menimbulkan bahaya bencana alam.

Saat ini, pihaknya secara swadaya melakukan gerakan penghijauan dengan menanam sebanyak 30.000 pohon.

Masyarakat Baduy setiap tahun diwajibkan melakukan gerakan penghijauan untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan.

Gerakan penghijauan tersebut, selain mengantisipasi global warning” juga mencegah bencana alam, seperti banjir, longsor dan kekeringan.

“Kami tahun ke tahun terus melakukan penghijauan, karena hutan di daerah ini masuk kategori hutan lindung,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini hutan lindung yang ada di Baduy merupakan daerah resapan air juga kawasan konservasi sumber daya alam.

Penghijauan ini, kata dia meliputi penanaman aneka jenis pohon di antaranya albasia, sengon, picung, mahoni, jati, bambu, dan jabon.

Di samping itu, menurut dia, juga tanaman buah-buahan seperti durian, mangga dan rambutan.

“Kami berharap menanam pohon sebanyak 30.000 bibit dapat menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak Kosim Ansori mengaku bahwa dirinya memberikan apresiasi terhadap minat masyarakat Baduy melaksanakan gerakan penghijauan dengan menanam jenis pohon.

Mereka menanam pohon di kawasan hutan adat setempat dan tidak diperbolehkan dilakukan penebangan sebab jika pohon itu ditebang tentu akan berdampak buruk terhadap kehidupan manusia.

“Kami terus memberikan bantuan-bantuan aneka jenis pohon kepada masyarakat Baduy agar dilaksanakan gerakan penghijauan,” katanya.(ant/bj02)