Home Ekbis Premi Asuransi Generali Tumbuh Meningkat Rp934 Miliar

Premi Asuransi Generali Tumbuh Meningkat Rp934 Miliar

Asuransi

Semarang, 5/10 (BeritaJateng.net) – Pertumbuhan Premi Asuransi Generali di Indonesia semakin meningkat pada semester pertama yang mencapai IDR 934 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Wianto Chen, selaku chief Marketing Officer Generali Indonesia, bahwa Gernerali Indonesia menutup semester pertama tahun 2015 dengan pertumbuhan yang signifikan dengan pendapatan premi yang kuat.

Menurutnya, Gross Written Premium (GWP) Generali berada di posisi IDR 934 miliar yang didorong kinerja produk unitlink yang tumbuh 23 persen, dan sementara itu untuk produk non- unitlink menunjukan pertumbuhan positif ke IDR 240 miliar.

Meningkatnya pertumbuhan tersebut, terdistribusi melalui bank rekanan (bancassurance) yang masih menjadi kontributor premi terbesar dengan total 46 persen. Dan sementara melalui chanel keagenan yang terus berkembang telah menyumbangkan sekitar 35 persen, dan bisnis grup mencpai sebesar 19 persen dari total GWP.

“Untuk diwilayah Jawa Tengah sendiri jika dilihat secara nasional juga meningkat. Dilihat di kota Semarang kini Agen juga bertambah menjadi 6 office Generali Agen, di Kota Jogja ada lima office, di kota Solo ada dua dan di kota Pekalongan ada satu. Peningkatan dari agen dan distributor tingkat enterprenurnya sangat bagus dan tinggi, maka mereka dapat naik,” ucapnya.

Kedepannya, lanjut Wianto, kita juga akan ada tiga kota expansi yakni Purwokerto, Tegal dan Magelang, dan semoga dapat terealisasi tahun depan

Hingga saat ini di Jawa tengah sendiri mencapai 1800 orang tergabung dengan Generali dan berlisensi, dan di Jawa Tengah kini semakin meningkat pertumbuhan asuransinya.

Terkait dengan adanya BPJS dari Pemerintah, menurut Wianto Chen merasa tak tersaingi, namun asuransi Generali justru merasa terbantukan. Pasalnya masyarakat semakin mengerti tentang asuransi.

“Dengan adanya pemerintah mengeluarkan BPJS, Kita tidak tersaingi, namun kita malah merasa terbantu dengan adanya tersubut. Karena masyarakan saat ini, justru lebih tahu tentang pentingnya kesehatan. Masyarakat saat ini sudah pintar memilih untuk peluang kedepannya, apakah yang harus mereka investasikan tentang kesehatan dan jiwanya,” tutur Wianto.

Masyarakat sudah dapat memilih sekarang ini, seperti pelayanannya saja sudah berbeda, klaim pun semakin mudah, dan Kesadaran masyarakat tentang asuransi sudah lebih tahu, bagaimana isi dari ansuransi tersebut. Karena BPJS juga ada keterbatasan untuk pengambilannya. Ada keterbatasan untuk BPJS,” tambahnya.(BJ06)