Home Hukum dan Kriminal Praktik Klinik Aborsi Ribuan Janin Di Bongkar Polisi

Praktik Klinik Aborsi Ribuan Janin Di Bongkar Polisi

719
Barang bukti praktik klinik aborsi diamankan polisi

Jakarta, 24/2/16,(BeritaJateng.net)– Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap 10 orang diduga pelaku praktik aborsi yang telah melakukan aksinya terhadap sekitar 5.400 janin bayi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiono melalui Kepala Satuan Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling), AKBP Adi Vivid mengatakan, pengungkapan kasus aborsi tersebut berkat informasi warga, yang kemudian dilakukan penyelidikan hingga penyidikan di lapangan dengan menangkap para pelaku, serta menyita sejumlah barang bukti, termasuk mengamankan sebuah poliklinik di Jakarta yang disinyalir digunakan sebagai praktek pengguguran kandungan (aborsi) ilegal.

“Kesepuluh pelaku tersebut sudah merancang dan melakukan praktek aborsi sejak lima tahun lalu. Mereka mengaku setiap hari rata-rata menerima tiga pasien yang akan mengggugurkan kandungannya, sehingga jika dikalikan lima tahun diperkirakan jumlah janin yang telah diaborsi mencapai 5.400 janin,” ujar Adi Vivit dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Rabu (24/2).

Sepuluh pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka itu terdiri dari dua yang mengaku dokter ahli kandungan dengan inisial dr MN dan dr Li, empat karyawan poliklinik YN, AE, SA, DW, dan empat calo atau broker yang bertugas mencari korban yakni Li, Sm, Ww, dan Ro.

Semua pelaku adalah warga Jakarta, dan disebut-sebut bagian dari jaringan aborsi di Ibukota. Pengungkapan kasus aborsi ini termasuk kategori terbesar di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama tahun 2016.

Menurut Adi, praktek dr MN cs melibatkan broker untuk mencari orang yang ingin melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Selain itu, ada juga yang sengaja datang untuk melakukan aborsi. Untuk tarif aborsi yang dipatok klinik ilegal tersebut setiap pasien yang hamil tiga bulan dimintai biaya pengguguran kandungan Rp 2,5 juta. Sedangkan bagi yang mengandung lebih dari tiga bulan dipatok harga Rp 5 juta.

Para dokter palsu yang praktik tidak memiliki kemampuan dasar ataupun pengetahuan sebagai seorang dokter. Hampir semuanya merupakan lulusan SMP dan mendapatkan pengetahuan kedokteran secara otodidak Jadi mereka itu belajar secara otodidak,” ujar adi.

Karena tak memiliki keahlian sebagai dokter ini, beberapa pasal turut dituduhkan pada para tersangka. Selain pasal KUHP dan kesehatan, mereka juga dijerat dengan pasal Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan dan Undang-undang Praktik Kedokteran. Mereka terancam dipenjara maksimal 10 tahun dan dendar Rp1 miliar.

Selama melakukan praktik ilegal ini berjalan mulus, diperkirakan belum ada korban yang mengeluh. Demikian dengan lingkungan sekitarnya tidak banyak yang tahu, namun berkat informasi warga yang peduli atas praktik aborsi yang merupakan pelanggaran tindak pidana, akhirnya berhasil tercium petugas yang kemudian melakukan observasi beberapa saat sampai menangkap pelaku satu per satu.(Bj50)

Advertisements