Home DPRD Kota Semarang Popnas Ke-14 di Semarang Dinilai Minim Promosi

Popnas Ke-14 di Semarang Dinilai Minim Promosi

38
0
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi memaparkan hasil paripurna dan putusan RAPBD 2017 yang telah disahkan.

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang dipilih menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan event olahraga nasional yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Popnas ke XIV 2017. Namun demikian, gaung atau kemeriahan dari penyelenggaraan event ini dinilai tidak ada, lantaran minimnya sosialisasi dan promosi.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, yang menyayangkan minimnya ajang promosi dan sosialisasi penyelenggaraan Popnas dikota Semarang sehingga tidak diketahui masyarakat secara luas.

“Popnas merupakan salah satu moment nasional yang digelar dikota Semarang. Tentunya kami bangga menjadi tuan rumah, akan tetapi saya rasa kok ini kurang sosialisasi dan promosi kemasyarakat,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, pada saat pembukaan Popnas Selasa malam lalu di lapangan Simpang Lima Semarang, dengan menutup akses jalan, banyak keluhan warga yang disampaikan ke Dewan. Keluhan tersebut di antaranya acara yang tertutup untuk masyarakat umum dan menutup akses jalan.

“Masyarakat banyak yang tanya kepada saya, Simpang lima kok ditutup kenapa. Ini kan menandakan masih minim sosialisasi dan promosi, sampai-sampai warga tidak tahu ada acara apa. Lebih parahnya pas mau nonton ada warga yang mengaku tidak boleh masuk simpang lima,” imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, menjadi tuan rumah memiliki banyak manfaat seperti sirkulasi perekonomian yang meningkat, Oleh karenannya Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan Popnas, sekaligus jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, soal kebersihan dan keindahan kota tetap harus kita jaga. Dengan adanya popnas sirkulasi perekonomian dan peredaran uang dikota semarang tentunya akan meningkat, bahkan kunjungan ketempat wisata. Ini masih ada waktu yang panjang sampai tanggal 21 September penyelenggaraan Popnas mari kita ikut sukseskan sehingga yang datang ke Semarang bisa terkesan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Jawa Tengah Benk Mitosih menyebutkan Pemkot Semarang diharapkan dapat menggelar penyelenggaraan event berskala Nasional. Seperti Popnas, saat ini tingkat okupansi hotel di kota Semarang cukup tinggi.

“Salah satu yang dapat menjadi inovasi kepala daerah yakni dapat meminta ke Pemerintah pusat untuk menjadikan daerahnya sebagai tempat penyelenggaraan acara nasional maupun internasional. Seperti pak Jokowi pada waktu jadi Walikota Solo yang jualan Solo Raya ke Jakarta, sehingga Solo Raya beberapakali menjadi tuan rumah acara bergengsi,” ungkap GM Star Hotel ini.

Bahkan dengan banyaknya orang berkunjung  di kota semarang, akan bermanfaat bagi semua sektor, Mulai dari kunjungan ke objek wisata di kota semarang hingga pusat kuliner.

“Kalau event-nya Olahraga pasti akan multi efek dan itu bagus. Taksi, Ojek, pusat oleh-oleh, destiansi wisata, pusat kuliner hingga pijat pasti akan ikut panen,” imbuh Ben. (Bj/el)