Home Hukum dan Kriminal Pomdam Dalami Kasus Perampokan 5,2 Miliar Yang Libatkan Dua TNI dan Satu...

Pomdam Dalami Kasus Perampokan 5,2 Miliar Yang Libatkan Dua TNI dan Satu Anggota Brimob

Perampokan

Semarang, 19/10 (BeritaJateng.net) – Polisi Militer Kodam IV Diponegoro dan Dit Reskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Jateng terus dalami kasus perampokan senilai 5,2 Milyar yang melibatkan dua orang anggota TNI yakni Sertu Trisna Prihantoro dan Sertu Isac Corputi, serta seorang anggota Brimob bernama Brigadir Supriyanto.

Pihak Pomdam menyatakan tengah memeriksa lima orang saksi dari PT Advantage dan pemilik mobil yang digunakan para pelaku dalam melancarkan aksinya.

“Selain memeriksa lima orang saksi itu, kami juga menyita sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih, dan uang senilai Rp. 400 Juta serta beberapa barang yang dibeli para pelaku dari hasil kejahatan,” ujar Kolonel CPM Arief WD, selaku Komandan Pomdam IV Diponegoro, Senin (19/10) siang.

Pihaknya sempat menggeledah rumah Serda Isac yang berada di dalam asrama Den Intel (Detasemen Inteligent) untuk mencari barang bukti.

Namun, tim yang dipimpin oleh Wadan Pomdam Letkol CPM (K) Tri Wahyuningsih dan Wadan Dempom Semarang Mayor CPM Roby Zulkarnaen itu tidak mendapati apa-apa di dalam rumah tersebut.

Ternyata, uang sisa hasil kejahatan senilai Rp. 400 Juta itu disimpan oleh Serda Isac di sebuah rumah kos milik adiknya yang berada di Gang Kelapa, Srondol Wetan, Banyumanik.

“Kami berhasil temukan di rumah kos adik dari Serda Isac, dan uang tersebut disimpan dalam sebuah kantong plastik berwarna putih,” tegas Arief.

Seperti diketahui, anggota Brimob bernama Brigadir Supriyanto dan dua anggota TNI yakni Sertu Trisna Prihantoro serta Sertu Isac Corputi ditangkap petugas Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro lantaran terlibat perampokan mobil jasa pengangkut uang senilai 5,2 Milyar di Desa Kwagean Kabupaten Semarang, pada hari Senin, tanggal 28 September 2015 lalu.

Brigadir Supriyanto yang seorang anggota Brimob itu diringkus di tempat persembunyiannya di Yogyakarta. Sedangkan dua pelaku lain, yang merupakan anggota Den Intel (Detasemen Inteligent) Kodam IV Diponegoro diringkus di Semarang. (Bjt02)