Home Hukum dan Kriminal Polsek Undaan Amankan Pelaku Ilegal Loging

Polsek Undaan Amankan Pelaku Ilegal Loging

Kanit Reskrim Polsek Undaan Aiptu, Edi HR menujukan kayu hasil ilegal loging. foto/bj12
Kanit Reskrim Polsek Undaan Aiptu, Edi HR menujukan kayu hasil ilegal loging. foto/bj12
Kanit Reskrim Polsek Undaan Aiptu, Edi HR menujukan kayu hasil ilegal loging. foto/bj12

Polisi Amankan Pencuri Kayu Hutan Lindung

Kudus, 22/1 (Beritajateng.net) –Polsek Undaan Kudus menangkap seorang pelaku yang diduga bagian dari sindikat illegal loging yang melakukan pembalak liar di hutan lindung milik PT Perhutani.

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Su’udi alias Jolodong (44) asal Dukuh Lembur RT 07/ RW 03, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati. Penangkapan Jolodong merupakan hasil informasi dari Badiri yang sudah tertangkap lebih dulu.

”Satu pelaku berhasil ditangkap beserta 15 batang kayu Mindi berbagai ukuran dan satu gergaji tangan yang digunakan untuk menebang sebagai barang bukti,” kata Kapolsek Undaan AKP Suparji didampingi Kanit Reskrim Aiptu Edi HR ditemui Beritajateng.net, Kamis (22/1).

Kronologis penangkapan tersebut, lanjutnya, bermula ketika Mantri Hutan, Sumardi bersama beberapa rekannya melakukan patroli rutin di Hutan Alam Sekunder (HAS) Petak 6, Resort Pemangku Hutan (RPH) Prawoto, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Penganten masuk wilayah Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan sekitar pukul 23.00 WIB. Saat melintas di lokasi kejadian, mereka melihat Badiri memanggul kayu hasil tebangan dan meletakkan di pinggir sungai.

Namun, saat Sumardi dan rekan-rekannya mendekat, Badiri langsung menceburkan diri ke sungai dan berhasil melarikan diri. Sedangkan Su’udi yang berusaha mengikuti temannya, ditangkap kemudian diserahkan ke polisi.

Kanit Reskrim Aiptu, Edi HR menambahkan, kayu hasil curian tersebut akan dihanyutkan melalui saluran irigasi. Setelah sampai ditempat tertentu sesuai yang direncanakan, kayu dientaskan dari sungai.

”Tersangka mengaku dibagian hilir sungai sudah ada temannya yang lain yang akan mengentaskan kayu. Jadi, mereka tidak bekerja sendiri tetapi secara bersama-sama,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) huruf c UU nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (BJ12)