Home News Update Polsek Gayamsari, RSI Sultan Agung dan FKPM Gelar Pelatihan BHD

Polsek Gayamsari, RSI Sultan Agung dan FKPM Gelar Pelatihan BHD

Pelatihan

Semarang, 11/9 (BeritaJateng.net) – Polsek Gayamsari beserta FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) Gayamsari bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang mengadakan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) di Gedung Direksi I, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Jumat (11/9).

Dalam pelatihan ini diberikan materi berupa beberapa langkah-langkah penanganan yang harus ditempuh terhadap seseorang yang dalam keadaan terancam nyawanya.

Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan ini diantaranya pengenalan gejala henti jantung mendadak, serangan jantung, sumbatan napas oleh benda asing, dan lain sebagainya.

Tak hanya teori yang diberikan dalam pelatihan ini, tetapi juga diberikan praktik dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban/penderita.

“Kalau ada seorang korban atau penderita mengalami gangguan pernafasan, ada beberapa hal yang perlu dihindari seperti memberikan minum terhadap penderita. Hal ini tidak dibenarkan karena air yang masuk bisa memasuki paru-paru, dan itu sebuah penanganan yang tidak dibenarkan,” ujar salah satu Pemateri.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto menuturkan kegiatan pelatihan ini bermanfaat sekali bagi anggotanya maupun FKPM Gayamsari, khususnya dalam menangani korban saat bertugas di lapangan.

“Kami Polsek Gayamsari bersama FKPM Gayamsari kerja sama dengan pihak Rumah Sakit Islam Sultan Agung mengadakan kegiatan BHD, yang mana kegiatan ini berguna bagi anggota kita yang melaksanakan tugas dilapangan. Jadi dari sebelumnya kita tidak mengerti, dengan adanya pelatihan ini kita jadi mengerti bagaimana memperlakukan korban-korban yang kita temukan di lapangan. Sehingga penanganan pertama terhadap korban tidak salah langkah,” kata Kapolsek.

Dili menambahkan akan terus melakukan secara rutin apa yang sudah didapat dari hasil pelatihan ini.

“Kita akan rutin dan refresh dalam setiap minggunya di Polsek Gayamsari supaya ilmu yang kita dapat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung dapat kita terapkan,” jelasnya.

Secara terpisah, dr. Ken Wirastuti, M.Kes, Sp.S, KIC selaku Direktur Pendidikan Rumah Sakit Islam Sultan Agung mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, manfaat dari pelatihan tersebut baik sekali dan berguna untuk masyarakat awan sekalipun. Bahkan, lanjut Wirastuti, pelatihan ini kedepan bisa diadakan dengan melibatkan pihak-pihak sekolah.

“Hampir sekitar 80% hingga 90% kejadian gawat darurat itu terjadi dalam masyarakat baik di rumah maupun di tempat-tempat umum. Sedangkan untuk menjangkau ke pelayanan kesehatan itu perlu membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga kejadian semacam gawat darurat dapat segera mendapat penanganan yang baik, termasuk orang awam juga perlu tahu. Tanpa terkecuali anak-anak sekolah juga perlu dibekali pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) ini,” ujarnya.

Wirastuti lantas berharap agar BHD bisa menjadi sebuah kurikulum yang ada di sekolah-sekolah.

“Kalau bisa ini menjadi kurikulum di sekolah, bahkan dari anak SD pengetahuan ini harus diberikan. Jadi penting sekali saat kejadian sudah dapat ditangani sambil menunggu pertolongan medis,” imbuhnya.

Menurut Wirastuti lanjutnya, ia mensupport sekali akan kegiatan pelatihan BHD ini, agar tidak hanya tanggung jawab Polisi dalam setiap menangani kejadian gawat darurat, melainkan semua element maryarakat sadar dan tahu akan pentingnya hal itu.

“Pelatihan ini kami mensupport sekali, dan bukan hanya dari tugas Polisi yang menjadi tanggung jawab, melainkan semua masyarakat. Jadi masyarakat dapat berperan dalam membantu setiap kejadian yang sifatnya darurat,” pungkasnya. (BJT02)