Home Hukum dan Kriminal Polsek Gayamsari Bekuk Dua Pencuri Spesialis Rumah Kos Di Semarang

Polsek Gayamsari Bekuk Dua Pencuri Spesialis Rumah Kos Di Semarang

595
0
Polsek Gayamsari Bekuk Dua Pencuri Spesialis Rumah Kos Di Semarang
        Semarang, 30/10 (BeritaJateng.net) – Aparat Polsek Gayamsari Kota Semarang meringkus 2  spesialis pencurian dengan sasaran rumah kos. Kedua tersangka masing masing bernama Wanto (34) warga Kalicari, Pedurungan, dan Farid Dwi Darmawan (22) warga Tlogotimun, Pedurungan.
        Dengan berboncengan menggunakan sepeda motor keduanya mencari rumah kos. Setelah mendapati rumah dalam keadaan sepi, kedua pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu menggunakan batang besi dan obeng kemudian menguras barang-barang berharga di dalam rumah kos.
          Kapolsek Gayamsari, Kompol Wahyuni Sri Lestari, mengatakan, terakhir kedua pelaku yang merupakan pengangguran ini, beraksi di salah satu rumah kos di jalan Beruang Kecamatan Gayamsari, Kamis (25/10) dan berhasil menggasak satu unit televisi dan ponsel milik penghuni kos.
          “Dalam aksinya, mereka tidak hanya mengincar rumah kos, namun juga rumah kosong yang ditinggal penghuninya, mereka berkeliling mencari sasaran berboncengan sepeda motor,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolsek Gayamsari, Senin (31/10).
         Dari penyidikan sementara, keduanya mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Namun Polisi menduga tidak menutup kemungkinan, kedua pelaku ini juga sudah beraksi di tempat lain.
        Salah satu pelaku Wanto mengaku mempunyai trik khusus untuk mengetahui kamar kos yang ditinggalkan penghuninya pada siang hari. Yakni dengan melihat pintu kamar yang digembok dari luar dan melihat lampu kamar yang masih menyala.
         “Muter-muter dulu, kalau ada kamar yang digembok kita congkel, biasanya enggak ada penghuninya,” kata pelaku.
         Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan berupa televisi, ponsel, kipas angin, serta sepeda motor dan batang besi yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
         Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancamannya hukuman paling lama 9 tahun penjara. (Nh/El)