Home Headline Polrestabes Semarang Ringkus Dua Pembobol Rumah Asal Lampung

Polrestabes Semarang Ringkus Dua Pembobol Rumah Asal Lampung

360
0
Polrestabes Semarang Ringkus Dua Pembobol Rumah Asal Lampung
       Semarang, 9/6 (BeritaJateng.net) – Polrestabes Semarang berhasil membekuk Komplotan spesialis pembobol rumah asal Lampung. Polisi terpaksa menembak dua pelaku pada bagian  kaki karena  mereka nekat melawan petugas saat ditangkap.
        Kedua pelaku masing masing bernama. Daeng Aldy (33) yang ditangkap di Klaten pada 31 Mei dan kemudian ditangkap, Zaeni Nasrullah (30) di sebuah tempat kos di Tangerang pada 1 Juni. Sedangkan dua pelaku lainnya Dany Sanjaya dan Deni Alamsyah masih buron.
        Dalam menjalankan aksinya para pelaku mencari sasaran rumah. Mereka masuk dengan cara mencongkel pintu rumah korbannya, meski korban sedang terlelap tidur.komplotan ini beraksi tidak mengenal waktu, dan lebih sering pada malam hari.
        “Mereka modusnya mencongkel pintu rumah korbannya meski pun yang punya rumah sedang tidur. Lalu mereka mengendap-endap menguras harta benda korban,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji di Mapolrestabes Semarang.
        Tidak hanya menguras isi rumah pelaku juga membawa mibil korban yang terparkir di depan rumah. Setelah mendapatkan mobil korban, pelaku langsung menganti nomor polisi palsu.
        “Ada empat rumah yang berhasil dibobol komplotan ini, tetapi hanya di dua rumah pelaku bisa menemukan kunci mobil,” tambahnya.
        Dari tangan pelaku, diamankan dua unit mobil Honda Jazz dan Honda Brio, yang sudah diganti pelat nomer palsu. Selain itu, mereka juga berhasil menguras harta benda seperti perhiasan emas, dan ponsel.
       “Saya cuma mengantarkan Dany dan Deni ke rumah yang akan di curi, waktu itu malam sekitar pukul 02.00 WIB,” ucapnya.
        Setelah berhasil, mobil diserahkan ke pelaku Zaeni untuk dibawa dan dijual ke Lampung. Pelat nomer diganti dengan yang palsu. Rencana mobil dijual seharga Rp 20 juta.
       “Sudah ditawar-tawarkan, tapi belum laku, diganti pelat nomer palsu biar bisa dipakai sendiri dulu,” imbuh Zaeni.
       Dari pengakuan salah satu  pelaku Aldy dirinya  bukanlah eksekutor rumah, melainkan dia hanya turut mengantarkan dua rekannya Dany dan Deny ke rumah incaran. Dibutuhkan waktu satu jam untuk menguras harta benda milik korbannya. (Nh/El)