Home Headline Polrestabes Semarang Punya Hutang 500 Lebih Kasus Curanmor

Polrestabes Semarang Punya Hutang 500 Lebih Kasus Curanmor

Pelaku mempraktekkan saat mencuri motor.
Pelaku mempraktekkan saat mencuri motor.
Pelaku mempraktekkan saat mencuri motor.

— Sehari, Tiga Motor dicuri, Dua Coba dibobol
— TKP di Pos Dishub Balai Kota dan Kampus Undip

SEMARANG, 17/9 (BeritaJateng.net) – Kasus pencurian sepeda motor mulai marak di Kota Semarang. Setidaknya, dalam satu hari, Kamis (17/9/2015) ada tiga motor raib dicuri di dua lokasi berbeda. Dua lagi, sudah dibobol kuncinya namun gagal dibawa lari.

Informasi yang dihimpun Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di pos Dishub Balai Kota Semarang. Di sana, tiga motor sudah dibobol, namun hanya satu yang berhasil dimaling.

“Motor teman saya yang hilang Mas. Motor saya dan teman saya satu lagi, sudah dibobol kuncinya. Alhamdulillah tidak dibawa,” ungkap Wendi, petugas Dishubkominfo Kota Semarang, Kamis (17/9/2015).

Motor yang hilang berjenis Honda Scoopy warna hitam nomor polisi H 3214 TU warna hitam. Motor itu sebelumnya parkir di depan Pos Dishub Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, Kota Semarang.

“Kejadiannya sekitar jam 1 – jam 2 siang. Saya tadi langsung betulkan di tukang kunci, di sana ketemu orang ngobrol katanya di Jalan Dr Cipto semalam (Kamis malam) juga ada kejadian yang sama. Kunci sudah dirusak, tetapi motor belum sempat diambil,” lanjutnya.

Untuk dua motor lain yang diketahui hilang, terjadi di parkiran kampus Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kejadian waktunya menjelang sore, saat mahasiswa pulang kuliah.

Seorang mahasiswa setempat, Rakhmat Bhekti Darmawan, menyebut dua motor yang hilang berjenis Honda Vario dan Yamaha Jupiter. Informasinya dari teman kuliah Bhekti bernama Lingga.

“Motor mahasiswa angkatan 2013 dan 2014. Dua motor yang hilang. Yang angkatan 2013, namanya Dzaki. Yang angkatan 2014 enggak tahu namanya,” kata dia.

Ya, di Kota Semarang, kejahatan curanmor cukup tinggi. Berdasar data Bagian Operasi Polrestabes Semarang, pada tahun 2013 terjadi 566 kasus curanmor yang dilaporkan. Dari ratusan kasus itu, yang bisa diungkap polisi hanya 88 kasus.

Pada tahun 2014, jumlah kejadian terus meningkat. Di tahun itu telah terjadi 633 curanmor yang dilaporkan. Sementara, yang bisa diselesaikan alias diungkap hanya 110 perkara. (BJ)