Home Headline Polrestabes Semarang Grebeg Kurir dengan 8Kg Sabu di Apartemen

Polrestabes Semarang Grebeg Kurir dengan 8Kg Sabu di Apartemen

426
Polrestabes Semarang Grebeg Kurir dengan 8Kg Sabu di Apartemen

Semarang, 10/4 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Kota Besar Semarang berhasil mengagalkan peredaran sabu sebanyak  8 kilogram, dari seorang kurir bernama Rudy Rachman (33) warga Teluk Tiram Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Bapak satu anak ini diamankan Satuan Narkoba Polrestabes Semarang, setelah terlibat dalam kasus narkoba. Bahkan barang bukti dalam pengungkapan kasus narkoba ini cukup fantastis yakni mencapai 8 kilogram sabu dengan nilai ditaksir sekitar Rp. 11 miliar.

Tersangka Rudy Rachman ditangkap di sebuah kamar di salah satu apartemen diJalan Diponegoro, Kota Semarang pada Senin (8/4).

“Pada saat pengrebegan ditemukan sejumlah barang bukti narkoba berupa sabu seberat 8 kilogram. Sabu  senilai Rp 11,2 milyar terbagi dalam 5 paket berisi sabu dengan berat 5 kg,  30 plastik klip berisi sabu dengan berat 3 kg” Ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat gelar perkara, Selasa (9/4).

Dalam kasus ini tersangka Rudy Rachman merupakan kurir yang dikendalikan oleh seseorang berinisial P-A-K yang kini masih dalam pencarian. Sabu yang diamankan polisi tersebut diambil tersangka dari sebuah tas yang ditaruh seseorang di halaman salah satu hotel di semarang.

Polrestabes Semarang Grebeg Kurir dengan 8Kg Sabu di Apartemen

Bahkan untuk mengantarkan barang terlarang tersebut, tersangka tak mengetahui alamat tujuan karena hanya menunggu instruksi dari P-A-K. Dalam beroperasi  tersangka menerima uang senilai 25 juta rupiah dari P-A-K untuk biaya operasional selama berada di Kota Semarang.

“Delapan kilogram ini menurut keterangan sementara tersangka ini adalah milik seseorang atasnama mr x. Tugas daripada tersangka in iadalah sebagai kurir ini menurut keterangan sementara yang disampaikan oleh tersangka,” ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus narkoba ini,  sat narkoba polrestabes semarang membutuhkan waktu selama 15 hari untuk pengintaian tersangka yang memiliki 4 KTP dari daerah berbeda.

“Dalam hal ini tersangka rr belum cukup kooperatif didalam memberikan keterangan kepada penyidik, penyidik akan mendalami dan mr x ini akan kami kembangkan untuk kami dapatkan siapa sesunguhnya mr x in tadi,” imbuhnya.

Aparat Satuan Narkoba Polrestabes Semarang masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap bandar besar dibalik peredaran narkoba tersebut.

Guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, saat ini tersangka masih ditahan di Mapolrestabes semarang. Tersangka dijerat dengan undang undang republik indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati. (Nh/El)