Home Headline Polrestabes Semarang Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Di Pekunden  

Polrestabes Semarang Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Di Pekunden  

339
0
Polrestabes Semarang Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Di Pekunden  
         Semarang, 22/11 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Kota Besar Semarang rabu (22/11) mengelar rekontruksi kasus pembunuhan juru parkir Tri Handayanto alias Trinil (40)  warga Randusari 133 RT.03/02 Semarang Selatan.
        Ketiga tersangka pembunuhan yakni  Septian Adhi alian Ambon, 21, warga Jalan Batan Sawi 1/26 RT 008/004 Kelurahan Miroto Semarang Tengah; Taufik Alhakim alias Taufik, 22, warga Jatisari RT 001/005 Kelurahan Pogangan Gunungpati dan Yudi Setiawan, 28, warga Jalan Dorowati Raya RT 002/004 Kelurahan Krobokan Semarang Barat.
          Kasubnit 2 Idik Resmob Polrestabes Semarang Ipda Dirga Abriawan menjelaskan reka ulang kasus pembunuhan dengan 16 adegan ang diperagakan ke tiga tersangka dan  menyebabkan korban Tri Handayanto melengkapi berkas yang nantinya akan dilimpahkan ke kejaksaan.
          “Reka ulang dimulai dari pelaku awal datang bertiga naik motor sampai penusukan dan kemudian kabur melarikan diri. Ada 16 adegan yang diperagakan pelaku,” ujarnya saat dilokasi.
         Dalam reka ulang adegan, tersangka Taufik lebih dahulu memberikan bogem mentah ke korban Tri Handono yang merupakan tukang parkir dan penjaga malam.
Polrestabes Semarang Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Di Pekunden

Setelah itu, tersangka Septian menusuk korban sebanyak empat kali.  Setelah tahu korbannya tak berdaya tersangka Yudi Saputra mengajak keduanya meninggalkan lokasi.

          Tiga tersangka pembunuh juru parkir (jukir) di Pekunden Semarang Selatan menjalani rekonstruksi yang digelar Polrestabes Semarang, Rabu (22/11). Reka ulang dilakukan sebanyak 16 adegan.
          “Motifnya dilatarbelakangi dendam. Tiga pelaku ini mendatangi korban, kemudian terjadi cekcok, lalu pukul-pukulan, hingga akhirnya pelaku ini mengambil pisau dan kemudian ditusuk  kepada korban sampai pada akhirnya meninggal,” jelas Dirga.
          Sementara itu, rekontruksi ini disaksikan oleh warga setempat, termasuk Ibu korban, Suriah (52), dengan penjagaan ketat aparat Kepolisian.
         Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan dan pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu (1/11) sekitar pukul 03.00 wib di depan rumah ipar korban David Wahyudi (34). Hingga akhirnya seluruh pelaku berhasil ditangkap petugas pada Jumat (3/11) dini hari.
           Peristiwa ini terjadi lantaran pelaku Taufik ingin mengambil sepeda motor yang digadaikan kepada Sony. Namun saat menagih, pelaku bertemu dengan korban yang tengah minum miras, hingga terjadi perkelahian dan berujung dengan penusukan sebanyak empat kali yang dilakukan tersangka Septian. (NH/El)