Home Hukum dan Kriminal Polresta Surakarta Bekuk Kurir Sabu-sabu

Polresta Surakarta Bekuk Kurir Sabu-sabu

372


Solo, 20/12 (Beritajateng.net) – Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil menangkap seorang kurir yang didapati membawa sabu-sabu seberat 120 gram dan 200 butir pil ekstasi di sebuah rumah kost Kampung Baru RT 02/02 Pasar Kliwon Solo.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah melalui kasat Narkoba Kompol Kristiyono, di Solo, Sabtu, mengatakan, tersangka narkoba tersebut yakni Agung Wibowo alias Kancil (30) warga Kampung Sidorejo RT 04 RW 01 Mangkubumen Banjarsari Solo, dan ditangkap di rumah kosnya, Jumat (19/12) sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain itu, petugas Satuan Narkoba juga berhasil menyita 120 gram sabu-sabu yang sudah bentuk paketan dan 200 butir ekstasi yang terbagi empat bungkus plastik transparan, alat timbangan digital, tiga handphone seluler, dan satu set kantong plastik transparan.

Kasat Narkoba Kristiyono menjelaskan, pihaknya melakukan penangkapan seorang kurir tersebut berawal dari penyelidikan terhadap jaringan pengedar narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam sebuah Lapas berinisial NK.

“Kami melakukan penyelidikan ke arah tersangka yang pernah tersangka kasus yang sama pada 2007 di Polda Jateng,” katanya.

Menurut Kristiyono, pihaknya langsung melakukan penggerebekan di kamar kost tersangka ketika sedang menimbang barang sabu-sabu dibagi-bagi paket siap untuk diedarkan.

“Kami kemudian melakukan pengembangan menemukan barang bukti lain 200 butir ekstasi juga siap edar. Barang haram itu kami sita untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kristiyono menegaskan.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku bahwa sabu-sabu dan ekstasi tersebut diperoleh dari Surabaya dari seorang laki-laki berinisal AN atas perintah DN, di dalam Lapas. Tersangka mengambil barang itu, melalui petunjuk pesan telepon selulernya, pada Senin (15/12), sehingga dia tidak mengenal orangnya.

Tersangka atas perintah DN dari dalam Lapas membuat alamat untuk menaruh barang di suatu tempat. DN kemudian memberi tahu kepada calon pembeli setelah mentransfer uangnya.

Tersangka mengaku melakukan kegiatan ini baru tiga bulan ini, dan mendapatkan upah antara Rp500 hingga Rp1 juta per harinya. Tersangka pernah dipenjara selama satu tahun oleh Polda karena kasus yang sama pada 2007.

Atas perbuatan tersangka tersebut yang diduga keras melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjual, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan, menerima, narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi lima gram. Dan, atau memiliki, menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika goongan satu bukan tanaman, sesuai diatur pasal 114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia No.35/2009, tentang Narkotika.

Tersangka dapat diancam seusi Pasal 114 ayat (2) hukuman pidana penjara seumur hidup atau minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda uang paling sedikit Rp8 juta maksimal Rp8 miliar. Pasal 112 ayat (2) penjara seumur hidup atau pidana minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta dena minima Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar. (ant/BJ)