Home Hukum dan Kriminal Polresta Surakarta Amankan Penjual Miras

Polresta Surakarta Amankan Penjual Miras

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Solo, 7/1 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengamankan seorang penjual bersama barang bukti seratusan botol minuman keras di sebuah kios sebelah barat Stadion Manahan, Solo, Rabu siang.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol. Iriansyah melalui Kasubag Humas AKP Sis Raniwati menjelaskan penjual minuman keras tersebut adalah Sri Windarti alias Mamine (53), warga Kampung Bisnis Baru RT 08 RW 23, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo.

Perempuan yang menjual minuman keras dan ditangkap di Jalan K.S. Tubun, Manahan, Banjarsari, itu kini sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas.

Menurut Sis Raniwati, pihaknya mengamankan pelaku setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa kios tersebut sering melayani pembeli atau konsumen minuman keras.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi dan ternyata benar, bahwa kios milik Mamanie memang menjual miras berbagai jenis.

“Kami melakukan pengamanan dan dilakukan penggeledahan di kios ternyata banyak ditemukan barang bukti. Kami melakukan mengamanan pelaku sekitar pukul 10.00 WIB,” katanya.

Pihaknya berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa menuman keras ciu sebanyak 122 botol ukuran 600 mililiter, dan satu botol ukuran 1.500 militer, serta enam botol merek vodka.

“Kami mengamankan penjual dan menyita barang buktinya. Pelaku dilakukan pembinaan dengan membuat pernyataan tidak mengulang perbuatannya lagi, dan kemudian dibawa ke Pengadilan Negeri surakarta untuk tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Perda Pemkot Surakarta,” katanya.

Menurut dia, barang bukti disita di Polresta Surakarta untuk dilakukan pemusnahan, sedangkan pelaku dikenai tipiring disedangkan di PN, Rabu siang ini.

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) termasuk miras dengan meningkatkan kegiatan patroli di wilayah hukumnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari narkoba karena akan mengganggu kesehatan dan memicu munculnya tindak kriminal. Masyarakat yang mengetahui adanya Pekat segera melapor polisi terdekat, kami segera menindaklanjuti,” kata Sis Raniwati. (ant/BJ)

Advertisements