Home Headline Polres Pekalongan Turunkan Spanduk Kontroversi Kemerdekaan

Polres Pekalongan Turunkan Spanduk Kontroversi Kemerdekaan

3455
3
 Sejumlah aparat dari pemerintah desa dan kepolisian menurunkan spanduk kontroversi kemerdekaan di Siwalan Kabupaten Pekalongan..
       Pekalongan, 2/8 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Resor Pekalongan bersama pemerintah daerah yang tergabung dalam Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Pekalongan menurunkan spanduk kontroversi tentang hari kemerdekaan di Siwalan Kabupaten Pekalongan.
        “Masyarakat di Kota Santri sempat dihebohkan dengan keberadaan spanduk yang dipasang oleh Yayasan Shiddiqiyah di beberapa lokasi,” kata Ketua Kominda Kabupaten Pekalongan yang juga menjabat sebagai Waka Polres Pekalongan Kompol Joko Watoro.
        Spanduk kontroversi itu akhirnya diturunkan karena adanya komplain atau keberatan warga serta memicu perdebatan di masyarakat. Spanduk tersebut bertuliskan, atas berkat rohmat Allah yang Maha Kuasa, 17 Agustus Kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan Kemerdekaan Republik Indonesia, sumber UUD 1945 dan proklamasi. “Penurunan ini dilakukan karena spanduk yang dipasang Yayasan Siddiqiyah di Jalur Pantura Siwalan diprotes warga yang membaca,” tuturnya.
        Dijelaskannya kasus ini langsung ditangani Polres Pekalongan dengan melibatkan Muspika. “Berdasarkan keterangan dari Ketua DPW Shidiqiyah Kabupaten Pekalongan Turmudi, atas intruksi dari DPP Shiddiqiyah pusat, spanduk ini agar dipasang di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
       Organisasi tersebut berpandangan, maksud dan tujuan pemasangan spanduk itu untuk meluruskan sejarah bahwa NKRI tidak pernah dijajah.
“Menurut mereka, yang dijajah adalah bangsa Indonesia sebagaimana teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia. NKRI baru dibentuk tanggal 18 Agustus 1945, Sidiqiyah diwajibkan mensyukuri nikmat kemerdekaan itu,” katanya.
       Sementara itu Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Hariyanto mengatakan, DPW Shiddiqiyah Kabupaten Pekalongan mencetak hanya 11 spanduk yang di cetak di Pekalongan. Hingga saat ini sudah terpasang 2 (dua) spanduk di Rembun Siwalan dan Sragi.
        “Sembilan spanduk sisanya belum terpasang atau masih di rumah Ketua DPW Shidiqiyah Bojong. Kami menghimbau agar spanduk dilepas dan yang belum dipasang agar tidak di pasang karena menimbulkan polemik di masyarakat,” tuturnya. (El)

3 COMMENTS

  1. Egk saya mau ty…UUD 1945 dan Proklamasi tu da pa gak yg bunyi nya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia…?
    Dan juga pa bener tgl 17 agustus 1945 NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA dah terbentuk?

  2. Substansi spanduk tersebut benar, mereka sedang berusaha meluruskan sejarah Bangsa Indoneaia. Pertama, Bahwa kemerdekaan yang di Proklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 adl kemerdekaan Bangsa Indonesia, Bukan Republik Indonesia. Silahkan cek di dokumen Naskah Proklamasi dan Naskah Pembukaan UUD 1945. Tersurat dan tersirat bahwa tanggal 17 Agustus 1945 adl Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kedua, Frase Kemerdekaan Bangsa Indonesia memiliki konsekwensi pemahaman kesejarahan bangsa Indonesia dengan baik dan benar, sebab dengan Frase Kemerdekaan Bangsa Indonesia, maka kita akan memiliki penghormatan kepada seluruh Pahlawan Bangsa yang telah berjuang utk kemerdekaan Bangsa Indonesia, terutama sejak munculnya kesadaran kemerdekaan berbangsa dan bernegara, yaitu Satu Bangsa, Bangsa Indonesia. Oleh karenanya bagi pihak pihak yg belum paham gerakan meluruskan sejarah Bangsa Indonesia, JANGANLAH mengklim kebenaran, sebab ada pihak pihak yang berusaha keras utk meluruskan pemahaman sejarah Bangsa Indonesia. Mohon kepada Polres dan Pemkab Pekalongan utk bersikap arif dan bijak

  3. RI memang tdk pernah di jajah kok ,ga ada bukti kalau NKRI pernah di jajah,
    Yg di jajah itu BANGSA INDONESIA bukan Republik INDONESIA.
    Apa yg salah dgn spanduk itu, mereka mengajak agar kita sama” membuka mata untuk lebih mengetaui sejarah kemerdekaan BANGSA INDONESIA dan berdirinya REPUBLIK INSONESIA ,kok malah orang Polres menurunkan spanduk itu, apakah orang itu tidak tau sejarah ,apa ga mau tau sejarah !!!

Comments are closed.