Home Headline Polres Kudus Selidiki Identitas Penemuan Tulang Manusia

Polres Kudus Selidiki Identitas Penemuan Tulang Manusia

Petugas inafis membawa tulang manusia yang ditemukan warga
Petugas inafis membawa tulang manusia yang ditemukan warga
Petugas inafis membawa tulang manusia yang ditemukan warga

Kudus, 8/2 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, masih berupaya mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di dalam sumur milik warga di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Jumat (6/2) sore.

“Kami sudah berupaya menghubungi pelapor yang sebelumnya melaporkan anggota keluarganya yang hilang beberapa tahun yang lalu, namun belum ada kecocokan dengan ciri anggota keluarganya yang hilang,” kata Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi di Kudus, Minggu.

Selain itu, kata dia, Polsek Kaliwungu juga menginformasikan temuan tersebut beserta data pendukung kepada polsek lainnya agar menginformasikan kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Ia berharap, warga yang merasa kehilangan anggota keluarga sejak beberapa tahun terakhir untuk mengecek temuan kerangka manusia tersebut.

Dalam penemuan kerangka manusia itu, kata dia, terdapat melainkan ditemukan pula kaos berwarna cokelat bermotif kembang-kembang, sarung berwarna merah bermotif bintik-bintik serta songkok.

Selain itu, kata dia, gigi kerangka manusia tersebut juga masih terlihat utuh.

Dalam proses evakuasi kerangka manusia tersebut dari dalam sumur rumah milik salah seorang warga Desa Kedungdowo, Kaliwungu, sekitar pukul 17.00 WIB, kerangka manusia tersebut terbungkus dalam karung plastik yang dimasukkan ke dalam sumur.

“Hingga kini, kami belum bisa memastikan jenis kelaminnya, meskipun dari pakaian dan sarung yang dikenakan menguatkan dugaan bahwa kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, untuk memastikan hal itu akan dihadirkan tim dari Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng.

Terkait penyebab meninggalnya, dia menduga kuat, karena korban meninggal secara tidak wajar atau korban pembunuhan mengingat ketika meninggal hingga dibungkus ke dalam karung plastik dan dimasukkan ke dalam sumur.

“Jika meninggal dengan wajar, tentunya dikubur dengan baik, bukannya dimasukkan ke dalam karung plastik dan dibuang ke dalam sumur,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, ditemukannya kerangka manusia yang diperkirakan keberadaannya sudah sejak satu tahun yang lalu berawal ketika rumah yang ada di Jalan Kudus-Jepara kilometer 4 itu hendak disewa untuk tempat usaha warung makan.

Pemiliknya menginginkan kompleks sumur dibersihkan karena rumah tersebut sejak dua tahun terakhir tidak digunakan oleh pemiliknya.

Petugas kebersihan secara tak sengaja menemukan bungkusan di dalam sumur yang permukaan air sumurnya hanya 1,5 meter dari permukaan sumur.

Setelah dibuka, ternyata berisi kerangka manusia sehingga temuan tersebut dilaporkan kepada pihak yang hendak menyewa, kemudian diteruskan ke polisi.

Anton sebagai pemilik rumah mengakui, rumahnya memang sudah dua tahun terakhir tidak ditempati, sedangkan saat ini hendak disewa untuk tempat usaha warung makan. (ant/BJ)